Bapas Sampit Optimalkan Survei Kepuasan Masyarakat untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengoptimalkan pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), termasuk Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK).
Pelaksanaan survei tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan guna memastikan layanan yang diberikan kepada masyarakat semakin profesional, transparan, dan sesuai kebutuhan pengguna layanan.
Setiap masyarakat yang telah menyelesaikan proses pelayanan di Bapas Kelas II Sampit diarahkan untuk mengisi survei secara mandiri. Melalui survei tersebut, pengguna layanan dapat memberikan penilaian terhadap berbagai aspek, mulai dari kemudahan prosedur, kecepatan pelayanan, kompetensi petugas, hingga kualitas sarana dan prasarana.
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, mengatakan partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Partisipasi masyarakat dalam mengisi Survei Kepuasan Masyarakat menjadi cerminan kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Hasil survei akan kami jadikan dasar untuk melakukan evaluasi serta penyempurnaan layanan secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Prayudha, setiap kritik, saran, maupun apresiasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem pelayanan di lingkungan Bapas Sampit.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Prayudha juga menilai tingginya partisipasi pengguna layanan dalam mengisi survei mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bapas Sampit. Karena itu, pihaknya mengapresiasi seluruh responden yang telah memberikan penilaian secara jujur, objektif, dan konstruktif.
Menurutnya, pelaksanaan SKM secara berkala juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan standar pelayanan publik agar semakin mudah diakses, berkualitas, dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Masukan dari pengguna layanan menjadi energi bagi kami untuk terus berbenah,” tutupnya.
Melalui pelaksanaan survei secara konsisten, Bapas Kelas II Sampit berharap budaya pelayanan prima terus terbangun sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan semakin meningkat. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments