Gubernur Kalteng Minta PLN Tuntaskan Pemadaman Bergilir, Pasokan Listrik Ditargetkan Normal Awal Agustus
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar konferensi pers bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijino, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026), guna memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Pertemuan tersebut juga membahas peta jalan (roadmap) pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik di Kalimantan Tengah dapat kembali normal.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengawal proses pemulihan jaringan listrik agar permasalahan yang berdampak terhadap masyarakat segera terselesaikan.
“Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami. Ketidaknyamanan masyarakat juga menjadi ketidaknyamanan kami. Karena itu saya memanggil langsung pihak PLN untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijino menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pasokan listrik di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan.
Menurut Iwan, gangguan pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan dipicu kerusakan pada tiga pembangkit utama yang terjadi sejak pekan ketiga Juli 2026.
Gangguan tersebut meliputi kerusakan generator di PLTU Asam-Asam pada 23 Juli, kebocoran pipa boiler di PLTU PT SKS Listrik Kalimantan, Kabupaten Gunung Mas, pada 22 Juli, serta gangguan sistem pelumasan turbin di PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong pada 24 Juli.
Pemadaman Ditargetkan Berakhir 5 Agustus
Iwan menjelaskan proses pemulihan sistem terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya, PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 megawatt (MW) telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026, atau dua hari lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.
Kembalinya pembangkit tersebut ke sistem interkoneksi berhasil memangkas durasi pemadaman bergilir dari rata-rata enam jam menjadi sekitar tiga jam per hari.
PLN menargetkan pemulihan PLTU PT SKS Listrik Kalimantan berkapasitas 100 MW selesai pada 5 Agustus 2026.
“Dengan demikian kondisi kelistrikan akan tidak ada lagi pemadaman, tetapi masih dalam kondisi siaga dengan cadangan daya yang masih terbatas. Jadi maksudnya siaga itu tidak ada padam, tapi cadangannya kecil,” kata Iwan.
Sementara itu, proses pemulihan penuh sistem kelistrikan dengan cadangan daya yang lebih aman masih bergantung pada penyelesaian perbaikan PLTU Asam-Asam. PLN menargetkan pembangkit tersebut kembali beroperasi dan masuk ke sistem interkoneksi pada 25 Agustus 2026.
PLN memastikan seluruh personel dan sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan serta berkomitmen memberikan informasi perkembangan pemulihan secara berkala kepada masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments