Pemkab Kotim Perkuat Gerakan Ibu Hamil Sehat untuk Cegah Stunting Sejak Dini
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari percepatan penurunan angka stunting. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penggerakan Masyarakat Gerakan Ibu Hamil Sehat Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026 di Puskesmas Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Rabu (29/7/2026).
Mengusung tema "Bersama Bergerak Mewujudkan Ibu Hamil Sehat, Persalinan Aman, dan Generasi Bebas Stunting", kegiatan dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kotawaringin Timur, Eka Bima Wardhana, mewakili Penjabat Sekretaris Daerah.
Dalam sambutan tertulis Pj Sekretaris Daerah yang dibacakannya, Eka Bima Wardhana menegaskan bahwa kesehatan ibu hamil merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kesehatan ibu hamil merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas. Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama masa kehamilan bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehamilan yang sehat dapat diwujudkan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai standar pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah secara teratur, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan agar dapat segera ditangani.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mencegah lahirnya anak dengan risiko stunting.
Kader Posyandu Berperan Strategis
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui pendampingan, edukasi, dan pemantauan ibu hamil di tingkat desa maupun kelurahan, kader Posyandu diharapkan mampu mendeteksi lebih dini berbagai faktor risiko, seperti anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), hingga potensi bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Selain penyuluhan mengenai kesehatan ibu hamil, kegiatan juga dirangkaikan dengan aksi serentak minum Tablet Tambah Darah (TTD) dan makan telur bersama yang diikuti seluruh ibu hamil peserta kegiatan.
Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam meningkatkan pemenuhan zat besi dan protein selama masa kehamilan guna mencegah anemia, memperbaiki status gizi ibu, serta mendukung pertumbuhan janin secara optimal.
Melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat Tahun 2026, Pemkab Kotim berharap semakin banyak ibu hamil memanfaatkan layanan pemeriksaan kehamilan di puskesmas maupun Posyandu, menerapkan pola hidup sehat, serta mendapatkan pendampingan hingga proses persalinan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya persalinan yang aman, menekan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus melahirkan generasi Kotawaringin Timur yang sehat, cerdas, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Bapperida, Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, TP-PKK Kabupaten Kotawaringin Timur, TP Posyandu Kabupaten, Camat Cempaga, kepala desa dan lurah, Kepala Puskesmas Cempaka Mulia, Kepala Puskesmas Kota Besi, kader Posyandu, serta puluhan ibu hamil bersama suami maupun pendamping. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments