top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Gubernur Kalteng Tinjau Rumah Oksigen Gratis, Pastikan Layanan Siaga Hadapi Kabut Asap

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalteng Ririen Binti meninjau Rumah Oksigen Gratis di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu malam (2/9/2026). (Foto: Dok. Wiyandri)
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalteng Ririen Binti meninjau Rumah Oksigen Gratis di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Rabu malam (2/9/2026). (Foto: Dok. Wiyandri)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyiagakan jaringan Rumah Oksigen Gratis sebagai langkah menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.


Kesiapan fasilitas tersebut ditinjau langsung Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Ketua Dewan Kehormatan PWI Kalteng Ririen Binti, Sekretaris PWI Kalteng Ika Lelunu, Pengurus PWI Jesiko, serta puluhan mahasiswa, Rabu malam (2/9/2026).


Peninjauan dipusatkan di Rumah Oksigen yang berada di lorong Ruang Terbuka Hijau (RTH) kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Gubernur memastikan fasilitas tersebut siap digunakan masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen di tengah kondisi udara terdampak kabut asap.


Pemeriksaan mencakup kesiapan peralatan medis, kondisi ruangan, serta tenaga kesehatan yang bertugas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan layanan dapat berjalan optimal saat masyarakat membutuhkan.


Dalam kesempatan tersebut, Ririen Binti bersama Gubernur turut mencoba penggunaan oxygen concentrator yang tersedia di lokasi. Ia merasakan langsung perbedaan kondisi udara di dalam Rumah Oksigen dibandingkan lingkungan luar yang terdampak asap.


“Saat terjadi kabut asap, udara luar dipenuhi polutan dan partikel berbahaya. Ketika kita menghirup oksigen murni di ruangan ini, kita mendapatkan pasokan udara bersih yang bebas dari iritan asap tersebut,” ujar Ririen.


Menurutnya, kondisi tersebut memberikan sensasi yang berbeda setelah seseorang beraktivitas di tengah paparan asap.


“Ada sensasi plong dan menyegarkan, serta sangat membantu memulihkan stamina yang menurun setelah beraktivitas di lingkungan yang terpapar polusi asap,” jelasnya.


Gubernur Agustiar menegaskan kesehatan dan keselamatan pernapasan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kabut asap dan risiko peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Rumah Oksigen Gratis disiapkan agar masyarakat dapat memperoleh akses terhadap fasilitas oksigen tanpa dikenakan biaya. Pemerintah mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap untuk tidak mengabaikannya dan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat.


Masyarakat yang mengalami keluhan seperti sesak napas, pusing, atau mata perih akibat kabut asap juga diimbau segera memanfaatkan titik layanan yang tersedia. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kondisi kesehatan selama kualitas udara belum kembali normal. -red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page