Karhutla Palangka Raya Capai 510 Hektare, Pemko Perkuat Penanganan Titik Api
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju sejumlah titik api.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, status penanganan karhutla di wilayah Kota Palangka Raya telah diperpanjang dan saat ini memasuki perpanjangan kedua. Perpanjangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
“Sudah dua kali. Per satu bulan,” kata Fairid seusai mengikuti rapat evaluasi pencegahan dan penanganan karhutla di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, perpanjangan status tersebut juga berkaitan dengan dukungan dan fasilitasi pemerintah pusat, termasuk bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Salah satu kendala yang masih dihadapi Pemko Palangka Raya adalah keterbatasan sumber air untuk mendukung proses pemadaman. Kondisi semakin sulit ketika titik api berada jauh dari akses jalan.
“Dulu 10 sampai 15 meter biasanya sudah mendapatkan air. Sekarang minimal 20 meter,” ujarnya.
Pemko Palangka Raya telah mempertimbangkan pembuatan sumur bor sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di lokasi kebakaran. Namun, keberadaan sumber air juga harus diikuti dengan kesiapan sarana pendukung seperti mesin pompa, genset, dan peralatan mobilisasi.
“Kalau kita ngebor, airnya ada. Tetapi membawa peralatan dan sarana prasarana selanjutnya, genset juga diperlukan. Kalau lokasinya jauh, itu lumayan,” jelas Fairid.
Selain penguatan sarana pemadaman, Pemko Palangka Raya juga membuka kemungkinan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemantauan dan penanganan titik api, termasuk penggunaan drone. Penerapannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan, anggaran, dan efektivitas di lapangan.
Fairid menyebut luas lahan yang terbakar di wilayah Kota Palangka Raya hingga saat ini mencapai sekitar 510 hektare.
Dalam penanganannya, konsentrasi wilayah dibagi berdasarkan tingkat kerawanan. Pemko juga memperkuat personel dengan melibatkan unsur TNI dan Polri, termasuk personel dari batalyon serta Polda Kalteng.
“Palangka Raya ini tipologinya kota, desa, perkotaan, desa, kemudian hutan. Jadi fokus saat ini di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional,” katanya.
Titik api yang berada di sekitar permukiman juga menjadi prioritas untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam keselamatan masyarakat.
Fairid mengatakan, kondisi kabut asap di Palangka Raya sebelumnya sempat berada pada tingkat yang cukup parah, terutama pada Minggu. Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap aktivitas penerbangan.
Namun, ia menyebut kondisi kualitas udara saat ini mulai menunjukkan penurunan tingkat keparahan.
“Sekarang sudah mulai turun. Mudah-mudahan makin menurun lagi,” ujarnya.
Terkait penggunaan metode pemadaman alternatif, termasuk bahan pembuat busa ramah lingkungan yang sebelumnya pernah diuji, Fairid mengatakan setiap metode akan dievaluasi berdasarkan efektivitasnya terhadap kondisi karhutla saat ini.
“Kalau bagus pasti kami lanjutkan. Tapi kalau menurut kami sudah kurang maksimal, ya tidak dilanjutkan,” tegasnya.
PJJ Masih Situasional
Sementara terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, Fairid mengatakan penerapannya masih dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan indikator kualitas udara dan jarak pandang.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar sekolah memantau kondisi lingkungan masing-masing sebelum menentukan pola pembelajaran.
“Paling tidak PJJ, bukan meliburkan. PJJ itu sesuai dengan kondisi masing-masing daerah,” jelasnya.
Menurut Fairid, keputusan mengenai pelaksanaan PJJ tidak hanya mengacu pada satu indikator. Perkembangan kualitas udara juga dipantau melalui dashboard karhutla serta indikator lainnya.
“Kalau kondisi tidak memungkinkan, tentu dengan indikator-indikator yang jelas. Kita memiliki dashboard Karhutla yang terus diperbarui,” pungkasnya. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments