Gubernur Kalimantan Tengah Intruksikan Sinergi Seluruh Pihak dalam Penanggulangan Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 hour ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan seluruh unsur harus bergerak bersama menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menjadi ancaman selama puncak musim kemarau.
Agustiar menyampaikan hal tersebut saat memimpin Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (3/9/2026).
Rapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemprov Kalteng, serta para bupati dan wali kota se-Kalteng. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla di berbagai wilayah.
Menurut Agustiar, tantangan penanganan Karhutla masih cukup berat karena puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berlangsung hingga akhir Oktober atau bahkan awal November.
Ia mengibaratkan penanganan Karhutla seperti lari maraton yang membutuhkan kesiapan, ketahanan, konsistensi, serta kerja sama seluruh pihak.
“Kita harus siap menghadapi kondisi yang panjang, bukan hanya hari ini. Dampaknya juga harus kita tangani, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dan dukungan anggaran tersedia,” tegas Agustiar.
Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut melakukan pemadaman dan pengendalian api. Penanganan dampak Karhutla terhadap masyarakat juga harus menjadi perhatian, termasuk memastikan kebutuhan air bersih tetap tersedia serta dukungan anggaran dapat mencukupi selama masa penanganan.
Dalam rapat tersebut juga dilakukan penandatanganan Maklumat Bersama oleh Pemprov Kalteng dan Forkopimda sebagai bentuk komitmen bersama dalam pencegahan dan penanganan Karhutla.
Agustiar berharap maklumat tersebut tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan. Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur secara terpadu.
Sinergi tersebut mencakup Pemprov Kalteng, pemerintah kabupaten dan kota, TNI/Polri, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kerja bersama dan koordinasi yang kuat, upaya penanganan Karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menekan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas sosial ekonomi di Kalteng. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments