Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan Diresmikan, Perkuat Pelayanan Umat dan Semangat Toleransi
- Fransisca Fethy Angelina
- 6 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Perjuangan panjang umat Katolik di Kabupaten Katingan untuk memiliki rumah ibadah yang representatif akhirnya terwujud. Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan, Keuskupan Palangka Raya, diresmikan dalam misa pemberkatan yang digelar di Kasongan, Minggu (19/7/2026).
Peresmian gereja tersebut menjadi tonggak penting bagi pelayanan rohani umat Katolik sekaligus memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Katingan.
Bupati Katingan, Saiful, mengatakan rumah ibadah memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat beribadah. Menurutnya, gereja juga menjadi wadah pembinaan iman, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Katingan, saya mengucapkan selamat atas pemberkatan dan peresmian Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan. Semoga gereja ini menjadi tempat yang membawa kedamaian, memperkokoh iman umat, serta menjadi pusat pembinaan karakter yang berlandaskan nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan toleransi," ujarnya.
Saiful menegaskan Pemerintah Kabupaten Katingan berkomitmen mendukung terciptanya kehidupan beragama yang harmonis dengan memberikan ruang yang setara bagi seluruh umat untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan karakter, moral, dan kehidupan sosial yang harmonis.
"Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan karakter, moral, dan kehidupan sosial yang harmonis. Kehadiran rumah ibadah menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang religius, rukun, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," katanya.
Di balik berdirinya Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan tersimpan kisah perjuangan panjang yang melibatkan banyak pihak. Salah seorang jemaat mengungkapkan pembangunan gereja terwujud berkat semangat gotong royong, pengorbanan, dan kerja keras para pastor serta umat.
"Kami sangat bersyukur karena akhirnya gereja ini bisa berdiri. Prosesnya penuh perjuangan. Bahkan, salah seorang pastor rela mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual sebagai salah satu cara membantu mengumpulkan dana pembangunan gereja. Bagi kami, itu menjadi bukti bahwa gereja ini dibangun dengan semangat pengabdian, kerja keras, dan kasih," ungkapnya.
Menurutnya, setiap bagian bangunan gereja merupakan hasil kebersamaan dan kepedulian banyak pihak yang memiliki harapan yang sama, yakni menghadirkan tempat ibadah yang layak bagi umat Katolik di Kabupaten Katingan.
Dengan diresmikannya Gereja Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan, diharapkan pelayanan rohani kepada umat semakin optimal sekaligus memperkuat semangat persaudaraan lintas agama di Kabupaten Katingan. Gereja tersebut juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang terus menebarkan nilai-nilai kasih, toleransi, serta kepedulian kepada masyarakat.
Kegiatan peresmian turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, para imam, serta umat Katolik dari berbagai wilayah. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments