top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Desa Soren Belum Padam, PT GAP Kerahkan 70 Personel dan Perkuat Edukasi Warga

Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla digelar PT Globalindo Alam Perkasa bersama pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Jumat (24/7/2026). (Foto: PT GAP)
Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla digelar PT Globalindo Alam Perkasa bersama pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Jumat (24/7/2026). (Foto: PT GAP)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih berlangsung sejak 8 Juli 2026. Sulitnya medan dan karakteristik lahan gambut membuat pemadaman harus dilakukan berulang untuk memastikan api benar-benar padam.


Di tengah upaya pemadaman, PT Globalindo Alam Perkasa (GAP) menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla kepada masyarakat Desa Soren, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan warga dalam mencegah munculnya kebakaran baru.


General Manager Musim Mas Group Regional Kalimantan Tengah Rusli Salim mengatakan, perusahaan telah mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar Desa Soren.


Dalam beberapa hari terakhir, sebanyak 70 personel tim pemadam dikerahkan setiap hari. Perusahaan juga menurunkan empat unit mobil pemadam kebakaran, sembilan mesin alkon dan empat unit ekskavator.


“Kami dan seluruh tim berupaya maksimal agar api padam, sehingga kita semua bisa menghirup udara segar lagi. Untuk itu kami sekali lagi mengimbau kepada seluruh golongan masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan,” kata Rusli.

Menurutnya, tim perusahaan dalam beberapa hari terakhir melakukan penanganan hampir sepanjang hari untuk membantu mengendalikan kebakaran. Namun, pemadaman menghadapi tantangan karena sebagian area yang terbakar merupakan lahan gambut.


Api pada lahan gambut dapat bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah meski kobaran di permukaan telah padam. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pembasahan berulang.


Warga Diminta Ikut Awasi Pembakaran Lahan


Kepala Desa Soren Subhanur mengapresiasi bantuan pemadaman sekaligus sosialisasi yang dilakukan perusahaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk bersama-sama mencegah pembakaran lahan.


“Kegiatan ini menjadi alarm pengingat bagi semua pihak untuk bersama-sama dengan semua lapisan masyarakat agar mencegah adanya pembakaran lahan di sekitar wilayah Desa Soren maupun Kecamatan Kota Besi,” ujarnya.

Sekretaris Camat Kota Besi Tado Laksamana menambahkan, dampak karhutla tidak hanya dirasakan perusahaan maupun pemerintah. Masyarakat yang memiliki lahan di sekitar kawasan kebakaran juga berpotensi mengalami kerugian.


Sementara itu, Danramil 1015-05/Kota Besi Kapten Inf Margus menilai pencegahan perlu menjadi perhatian bersama. Personel di lapangan saat ini harus terus memantau titik panas sekaligus terlibat dalam penanganan apabila ditemukan kebakaran.


Ps Kanit Binmas Polsek Kota Besi Aiptu Nur Cahyono juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran.


“Saya juga memohon bantuannya kepada Bapak dan Ibu sekalian, apabila ada melihat pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Kota Besi agar bisa difoto atau disampaikan ke saya agar kami dapat proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sejumlah warga Desa Soren juga menyatakan keinginan untuk ikut terlibat dalam proses pemadaman. Sebagian warga memiliki kebun, termasuk tanaman kelapa sawit, yang turut terdampak kebakaran.


Karhutla di Desa Soren tercatat berlangsung sejak 8 Juli 2026. Hingga kini, penanganan masih dilakukan karena api pada lapisan gambut sulit dipadamkan sepenuhnya.


Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri serta perusahaan diharapkan dapat mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kota Besi. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page