Pemadaman Bergilir Kembali Terjadi, Fairid Minta PLN Terbuka soal Penyebab dan Jadwal
- Fransisca Fethy Angelina
- 5 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta PT PLN memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat menyusul kembali terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.
Fairid menilai keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat mengetahui penyebab gangguan, jadwal pemadaman, hingga perkiraan waktu pemulihan pasokan listrik.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, Sabtu (25/7/2026).
“Yang pertama, informasi dulu kepada warga. Kalau memang ada pemadaman lanjutan, mohon PLN segera memberikan penjelasan kepada masyarakat, kenapa terjadi, bagaimana jadwalnya, dan sampai kapan,” kata Fairid.
Menurutnya, kepastian informasi semakin diperlukan karena sebelumnya masyarakat sempat mendapat informasi bahwa kondisi kelistrikan telah kembali normal. Namun, pemadaman bergilir kembali terjadi.
“Kemarin sudah disampaikan kondisi normal, tetapi sekarang kembali terjadi pemadaman. Ini yang perlu dijelaskan agar masyarakat tidak bingung,” ujarnya.
Fairid mengaku telah menerima laporan awal dari perangkat daerah terkait. Meski demikian, ia belum memperoleh penjelasan secara lengkap mengenai penyebab kembali diberlakukannya pemadaman bergilir.
Soroti Dampak terhadap Pelaku Usaha
Selain kebutuhan rumah tangga, Fairid menyoroti dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil dan menengah menjadi salah satu kelompok yang dinilai cukup terdampak karena sebagian kegiatan usaha bergantung pada pasokan listrik.
Karena itu, informasi mengenai jadwal pemadaman dinilai penting agar masyarakat dan pelaku usaha dapat melakukan antisipasi serta menyesuaikan aktivitas mereka.
“Paling penting adalah masyarakat, terutama pelaku usaha dan aktivitas perekonomian warga. Mereka perlu informasi yang jelas agar bisa mempersiapkan diri. Karena itu saya berharap PLN lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” tegas Fairid.
Ia juga menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan terganggunya pelayanan kesehatan akibat pemadaman listrik.
Menurut Fairid, fasilitas rumah sakit memiliki standar operasional yang mengharuskan ketersediaan sumber listrik cadangan berupa genset sehingga pelayanan medis tetap dapat berlangsung ketika terjadi gangguan pasokan listrik.
“Rumah sakit memiliki standar yang memang mengharuskan adanya genset. Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti hanya karena listrik padam. Kalau sampai pelayanan terganggu akibat tidak adanya genset, tentu perlu dievaluasi apakah standar tersebut sudah dipenuhi,” jelasnya.
Fairid memastikan Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi sistem kelistrikan.
Ia berharap gangguan dapat segera ditangani dan pasokan listrik kembali normal. Di sisi lain, selama pemadaman masih diperlukan, PLN diminta mengoptimalkan komunikasi publik agar warga memiliki kepastian dan dapat mengantisipasi dampaknya. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments