Dinkes Palangka Raya Siapkan Ruang Oksigen di 11 Puskesmas Hadapi Kabut Asap
- Fransisca Fethy Angelina
- 23 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai layanan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, terutama apabila kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali memburuk.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan penyediaan ruang oksigen merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah menghadapi dampak kabut asap.
“Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik,” kata Riduan, Senin (31/8/2026).
Adapun 11 puskesmas yang telah disiapkan yakni Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai, Kereng Bengkirai, Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon.
Selain ruang oksigen, Dinkes Palangka Raya juga mengoptimalkan pelayanan melalui puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan.
Keberadaan pustu tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan di wilayah tempat tinggal masing-masing, khususnya apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.
Riduan mengimbau masyarakat yang mulai mengalami gejala seperti batuk, pilek, maupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) agar tidak menunda pemeriksaan.
Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan pernapasan, terlebih ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Kasus ISPA Dipantau Setiap Hari
Dinkes Kota Palangka Raya juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA. Data tersebut diperbarui dan dilaporkan setiap hari untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap.
“Data kasus ISPA kami pantau dan laporkan setiap hari. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat, terutama di tengah potensi memburuknya kualitas udara,” ujarnya.
Menurut Riduan, pemantauan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui perkembangan kasus sekaligus menentukan langkah yang diperlukan apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan.
Di sisi lain, masyarakat diminta ikut menjaga kondisi kesehatan selama kualitas udara kurang baik. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak dan menggunakan masker dengan benar ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki keluhan atau gangguan pernapasan.
Kelompok tersebut diharapkan lebih membatasi paparan asap dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mulai mengalami gejala gangguan kesehatan.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinkes terus mengoptimalkan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla. Penyediaan ruang oksigen di 11 puskesmas dan penguatan pelayanan pustu di tingkat kelurahan diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan kesehatan secara lebih cepat selama kondisi kabut asap berlangsung. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments