top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Pemprov Kalteng Dirikan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Kabut Asap

Rumah Oksigen beroperasi di kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, sebagai fasilitas pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak karhutla. (Foto: Biro Adpim Kalteng)
Rumah Oksigen beroperasi di kawasan Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, sebagai fasilitas pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak karhutla. (Foto: Biro Adpim Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendirikan Rumah Oksigen di kawasan Bundaran Besar Talawang, Kota Palangka Raya, sebagai bentuk respons terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.


Fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.


Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan, pendirian Rumah Oksigen dilakukan karena kondisi karhutla di Kalteng masih menjadi perhatian pemerintah.


Menurutnya, kondisi kemarau yang panjang dan cuaca panas serta kering meningkatkan risiko kebakaran sekaligus memperbesar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.


“El Nino sangat panjang, sangat keras, artinya kemaraunya, panasnya sangat kering,” kata Edy saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran Isen Mulang Kalteng FC di Bundaran Besar Talawang, Sabtu (29/8/2026) malam.


Edy mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan pernapasan.


Paparan asap karhutla dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk keluhan sesak napas dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Karena itu, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diimbau memanfaatkan fasilitas Rumah Oksigen yang telah disediakan pemerintah.


“Kita mohon dukungan agar kebakaran hutan dan lahan teratasi dengan baik,” ujar Edy.


Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan petugas yang berada di lapangan, tetapi juga masyarakat.


Keberadaan Rumah Oksigen menjadi bagian dari langkah Pemprov Kalteng dalam menangani dampak karhutla dari sisi kesehatan. Pemerintah tidak hanya berupaya mengendalikan kebakaran, tetapi juga menyiapkan fasilitas bagi masyarakat yang terdampak asap.


Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat juga diharapkan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, khususnya ketika kualitas udara memburuk.


Pemprov Kalteng terus mendorong penanganan karhutla secara terpadu sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan selama kondisi kabut asap masih terjadi. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page