BPS Kalteng Catat Inflasi Agustus 2026 Sebesar 0,17 Persen
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial Kalimantan Tengah melalui Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/9/2026).
Paparan disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga dari Ruang Video Conference (Vicon) BPS Kalteng dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BPS Provinsi Kalimantan Tengah.
Sejumlah indikator yang dipaparkan meliputi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Agustus 2026, Nilai Tukar Petani (NTP), perdagangan luar negeri Juli 2026, perkembangan pariwisata, serta sektor transportasi.
Untuk perkembangan harga, Kalteng pada Agustus 2026 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen secara month-to-month (m-to-m) dibandingkan Juli 2026. Secara tahun kalender atau year-to-date (y-to-d), inflasi tercatat 2,80 persen, sedangkan secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) mencapai 4,96 persen.
Pada inflasi bulanan, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga memberikan andil terbesar sebesar 0,06 persen. Sementara secara tahun kalender dan tahunan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar, masing-masing dengan andil 1,27 persen dan 2,76 persen.
Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi Agustus 2026 antara lain beras, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, ketimun, dan ikan peda. Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain ikan gabus, bawang merah, tomat, bensin, dan bawang putih.
Di tingkat kabupaten/kota, empat wilayah mengalami inflasi secara m-to-m. Kabupaten Sukamara mencatat inflasi 0,32 persen, Sampit 0,18 persen, Kabupaten Kapuas 0,17 persen, dan Kota Palangka Raya 0,12 persen.
Di sektor pertanian, NTP Kalteng pada Agustus 2026 tercatat sebesar 139,53 atau meningkat 1,88 persen dibandingkan Juli 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,28 persen menjadi 190,32, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) meningkat 0,38 persen menjadi 136,39.
Berdasarkan subsektor, peningkatan NTP terbesar terjadi pada hortikultura sebesar 3,83 persen, tanaman perkebunan rakyat 2,44 persen, dan tanaman pangan 0,75 persen. Adapun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalteng pada Agustus 2026 tercatat 142,82 atau meningkat 1,33 persen dibandingkan Juli 2026.
Sementara pada perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalteng pada Juli 2026 mencapai US$275,95 juta. Angka tersebut turun 30,54 persen secara m-to-m dan 18,04 persen secara y-on-y.
Namun secara kumulatif Januari–Juli 2026, nilai ekspor mencapai US$2,157 miliar atau meningkat 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Struktur ekspor kumulatif masih didominasi sektor pertambangan sebesar 70,30 persen, sektor industri 28,94 persen, dan sektor pertanian 0,76 persen. Komoditas utama ekspor Kalteng antara lain batu bara dan minyak kelapa sawit, dengan negara tujuan utama Tiongkok, India, dan Jepang.
Di sisi impor, nilai impor Kalteng Januari–Juli 2026 tercatat sebesar US$18,85 juta atau turun 0,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Dengan demikian, neraca perdagangan Kalteng masih mencatat surplus sebesar US$2,138 miliar.
Pada sektor pariwisata, jumlah perjalanan wisatawan nusantara asal Kalteng pada Juli 2026 mencapai 1.077.160 perjalanan. Angka tersebut meningkat 2,24 persen secara m-to-m dan 12,31 persen secara y-on-y.
Sementara perjalanan wisatawan nusantara tujuan Kalteng mencapai 1.094.545 perjalanan, meningkat 3,21 persen secara m-to-m dan 18,05 persen secara y-on-y.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Juli 2026 mencapai 48,51 persen. Sedangkan TPK hotel klasifikasi nonbintang dan akomodasi lainnya sebesar 22,79 persen.
Jumlah tamu hotel bintang tercatat 51.706 orang dengan proporsi tamu domestik 97,22 persen. Adapun tamu hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 110.700 orang, dengan 99,93 persen di antaranya merupakan tamu domestik.
Untuk transportasi udara, frekuensi penerbangan di Kalteng pada Juli 2026 mencapai 1.863 penerbangan. Jumlah penumpang datang tercatat 73.588 orang dan penumpang berangkat 71.226 orang.
Aktivitas bongkar barang melalui transportasi udara mencapai 1,37 ribu ton, sedangkan muat barang sebesar 0,65 ribu ton.
Sementara pada transportasi laut, frekuensi kunjungan kapal mencapai 1.024 kunjungan. Penumpang datang tercatat 32.763 orang dan penumpang berangkat sebanyak 23.278 orang.
Aktivitas bongkar barang melalui transportasi laut tercatat 0,48 juta ton, sedangkan muat barang mencapai 1,75 juta ton.
Rangkaian data tersebut menunjukkan perkembangan ekonomi dan sosial Kalteng pada periode Juli hingga Agustus 2026 bergerak secara beragam. Inflasi masih terkendali pada level bulanan, NTP mengalami peningkatan, neraca perdagangan mencatat surplus, sementara aktivitas pariwisata dan transportasi tetap menunjukkan pergerakan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng Adi Nugroho, Perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalteng Nuril Nadia, Perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Palangka Raya Ivan, serta perwakilan instansi di lingkungan Pemprov Kalteng. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments