Gubernur Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 10.700 Personel Disiapkan
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat. Penguatan difokuskan pada kesiapan personel, kelengkapan logistik, serta peningkatan keterlibatan masyarakat, khususnya relawan.
Berdasarkan analisis data kesiapan personel tahun 2026 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, sebanyak 10.700 personel gabungan disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Personel tersebut berasal dari unsur Pemerintah Provinsi Kalteng, BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TNI, Polri, serta relawan. Dari total tersebut, lebih dari 5.300 orang merupakan relawan yang tergabung dalam berbagai organisasi masyarakat, seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Balakar, dan Redkar.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menilai keterlibatan relawan dalam jumlah besar menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemadaman dini. Respons cepat di tingkat lapangan dinilai diperlukan untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak karhutla.
Penguatan penanganan tersebut juga diperkuat dengan penetapan status tanggap darurat bencana karhutla. Gubernur Kalteng telah menerbitkan Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.
Keputusan yang ditetapkan pada 31 Agustus 2026 tersebut menjadi dasar dalam memperkuat pengerahan sumber daya selama penanganan karhutla. Selain personel, pengerahan logistik dan koordinasi antarpihak juga dilakukan dalam satu sistem komando.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi diperkuat antara posko utama, unit taktis di lapangan, serta tim relawan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons terhadap laporan maupun kejadian karhutla di berbagai wilayah.
Saat memimpin Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla di Halaman Istana Isen Mulang, Senin (31/8/2026), Agustiar meminta seluruh personel, termasuk ASN dan relawan, memperkuat tim penanganan di lapangan.
Ia menekankan agar seluruh unsur tetap berada dalam satu komando dan memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta unsur terkait lainnya.
"Pastikan personel kita siap dan memahami tugas, memiliki perlengkapan dan logistik yang memadai, serta dalam koordinasi yang jelas. Pastikan mereka semua terlindungi," tegas Agustiar.
Dengan dukungan 10.700 personel gabungan dan lebih dari 5.300 relawan, Pemprov Kalteng berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif mencegah terjadinya karhutla di lingkungan masing-masing. Upaya pencegahan sejak dini dinilai penting untuk menekan potensi meluasnya kebakaran dan dampak asap terhadap masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments