Dinkes Palangka Raya Catat 135 Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat 135 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan rilis harian per 1 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Puskesmas Menteng mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 26 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Bukit Tunggal dan Puskesmas Pahandut masing-masing mencatat 23 kasus. Puskesmas Bukit Hindu mencatat 20 kasus, Marina Permai 14 kasus, sedangkan Puskesmas Jekan Raya dan Puskesmas Kalampangan masing-masing mencatat 10 kasus.
Sementara itu, Puskesmas Kereng Bangkirai mencatat delapan kasus dan Puskesmas Panarung satu kasus.
Data tersebut menjadi salah satu indikator yang terus dipantau Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya seiring meningkatnya paparan kabut asap akibat karhutla.
Riduan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker.
“Karena adanya peningkatan kabut asap, saya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak. Kalaupun harus keluar rumah harus pakai masker,” jelas Riduan, Rabu (2/9/2026).
Selain imbauan perlindungan diri, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis apabila mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Dari 11 puskesmas yang menyediakan ruang oksigen, empat di antaranya memberikan pelayanan selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dapat memperoleh penanganan secara cepat.
Dinas Kesehatan juga menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) agar bidan praktik dapat turut membuka layanan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.
Riduan mengatakan berbagai langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap karhutla.
“Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap bencana kabut asap karhutla. Kita ingin masyarakat yang terkena dampak kabut asap dapat tertangani dengan cepat dan baik,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung. Pengurangan aktivitas di luar ruangan dan penggunaan masker menjadi langkah yang dianjurkan untuk mengurangi paparan udara yang kurang baik. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments