top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

BMKG Catat 137 Titik Panas di Kalteng, Kotim Jadi Wilayah Terbanyak

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto: AI Generated)
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto: AI Generated)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mencatat sebanyak 137 titik panas (hotspot) tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat (10/7/2026) siang.


Peningkatan jumlah titik panas tersebut menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski tidak seluruh hotspot menunjukkan adanya kebakaran, keberadaannya perlu segera diverifikasi di lapangan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, mengatakan pemantauan hotspot dilakukan setiap hari sebagai bagian dari sistem peringatan dini menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Tengah.


"Dari hasil pemantauan hari ini terdapat 137 titik panas di wilayah Kalimantan Tengah. Data ini menjadi indikator yang harus diwaspadai bersama, terutama di daerah yang jumlah hotspot-nya cukup tinggi. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 33 titik. Posisi berikutnya ditempati Lamandau dengan 23 titik, Pulang Pisau 19 titik, Kapuas 17 titik, dan Sukamara 13 titik," ujar Chandra.

Selain lima daerah tersebut, BMKG mencatat Gunung Mas memiliki delapan titik panas, Kotawaringin Barat tujuh titik, Katingan dan Seruyan masing-masing lima titik, Barito Timur dan Barito Utara masing-masing dua titik, sedangkan Barito Selatan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya masing-masing satu titik panas.


Chandra menegaskan bahwa hotspot bukan berarti telah terjadi kebakaran. Titik panas hanya menjadi indikator awal yang harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan oleh instansi terkait.


"Hotspot belum tentu menunjukkan adanya kebakaran, tetapi menjadi sinyal awal yang perlu segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan oleh instansi terkait," katanya.

Sementara itu, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari ke depan masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Peluang hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal di sejumlah wilayah, bahkan berpotensi disertai petir dan angin kencang.


Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa musim kemarau telah memasuki fase puncak sehingga risiko terjadinya karhutla tetap tinggi.


"Kondisi cuaca memang masih memungkinkan adanya hujan di beberapa daerah. Namun masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau telah berlangsung dan potensi karhutla tetap ada," jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan maupun membakar sampah dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan serta menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.


"Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun serta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi karhutla maupun cuaca ekstrem," tegas Chandra. -red

Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page