Bapas Kelas II Sampit Kembangkan Program Griya Abhipraya Lewat Pertanian Produktif
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit mulai mengembangkan Program Griya Abhipraya dengan mengoptimalkan lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di kawasan belakang kantor Bapas. Lahan yang berada di area milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit itu akan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan klien pemasyarakatan melalui sektor pertanian.
Program yang mulai dijalankan pada Senin (27/7/2026) tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bapas Kelas II Sampit, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dan Lapas Kelas IIB Sampit.
Pada tahap awal, Dinas Pertanian Kotawaringin Timur memberikan dukungan teknis berupa penataan, pencetakan, hingga pengolahan lahan agar siap digunakan sebagai kawasan budidaya pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, mengatakan optimalisasi lahan tersebut merupakan implementasi Program Griya Abhipraya yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari penguatan fungsi pembimbingan kemasyarakatan berbasis kemandirian.
“Lahan ini akan menjadi sarana pembinaan bagi klien pemasyarakatan melalui kegiatan pertanian produktif. Harapannya, mereka memiliki keterampilan, tanggung jawab, serta bekal yang cukup ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Prayudha, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan klien pemasyarakatan, tetapi juga mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Nantinya, kawasan tersebut akan dikelola secara bertahap dengan melibatkan klien pemasyarakatan dalam berbagai aktivitas pertanian, mulai dari proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman.
Ia menambahkan, keberhasilan Program Griya Abhipraya membutuhkan sinergi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak, khususnya Dinas Pertanian Kotawaringin Timur dan Lapas Kelas IIB Sampit.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut melalui pendampingan teknis, penanaman komoditas pertanian, hingga pemeliharaan lahan sehingga tujuan pembinaan dan pemberdayaan klien dapat tercapai secara optimal,” katanya.
Melalui program tersebut, Bapas Kelas II Sampit berharap dapat menghadirkan model pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membekali klien pemasyarakatan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah menjalani masa pembinaan. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments