BPS Siapkan 220 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Palangka Raya
- Fransisca Fethy Angelina
- Jun 10
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya menyiapkan 220 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang.
Persiapan tersebut ditandai dengan pencanangan pelaksanaan dan pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Swiss-Bel Danum Palangka Raya, Selasa (9/6/2026). Kegiatan itu dibuka Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini.
Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk memperoleh data akurat mengenai kondisi dan perkembangan dunia usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi.
“Sensus Ekonomi akan menghasilkan berbagai informasi strategis, mulai dari struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga kondisi ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Pelaksanaan sensus di Kota Palangka Raya melibatkan 220 mitra statistik yang terdiri dari 194 petugas pendataan lapangan dan 28 petugas pemeriksa lapangan atau supervisor. Kegiatan tersebut juga didukung 26 pegawai BPS Kota Palangka Raya.
Sebelumnya, BPS telah melaksanakan pendataan pendahuluan sejak 1 Mei 2026 dengan melibatkan berbagai sektor usaha dan institusi melalui dukungan sejumlah perangkat daerah.
Amos mengungkapkan proses pendataan awal berjalan lancar dan mendapat respons positif dari pelaku usaha maupun instansi terkait.
“Kami bersyukur proses pendataan awal berlangsung dengan baik. Sudah cukup banyak perusahaan dan pelaku usaha yang melakukan pengisian dan mengirimkan data,” katanya.
Sementara itu, Achmad Zaini menilai pelaksanaan sensus ekonomi menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya yang menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada triwulan I 2026 mencapai 5,94 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen maupun Kalimantan Tengah yang tercatat 3,79 persen.
Menurutnya, capaian tersebut perlu didukung oleh data ekonomi yang akurat agar kebijakan pembangunan dapat disusun sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
“Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran. Selain itu, data ini juga menjadi referensi penting bagi investor dan pelaku usaha,” ungkapnya.
Pendataan yang dilakukan BPS nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan dunia usaha di Kota Palangka Raya, mulai dari usaha berskala besar hingga UMKM. Data tersebut juga akan menjadi dasar dalam mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Achmad Zaini mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas di lapangan. Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Palangka Raya ke depan.
BPS menegaskan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan yang berlaku. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments