Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Cabai dan Bawang Merah Jadi Sorotan
- Fransisca Fethy Angelina
- Jun 10
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama cabai merah dan bawang merah yang menjadi penyumbang utama tekanan harga pada awal Juni 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri yang diikuti secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (8/6/2026).
Rapat dipimpin Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, serta dihadiri perwakilan perangkat daerah dan instansi terkait.
Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 34 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Juni 2026. Secara nasional, kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit.
Data BPS menunjukkan harga cabai merah mengalami kenaikan sebesar 13,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, bawang merah naik 9 persen, cabai rawit 7,56 persen, dan minyak goreng 0,68 persen.
Kenaikan harga komoditas pangan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama pada kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pengendalian inflasi terus menjadi salah satu fokus pemerintah daerah bersama pemerintah pusat.
Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) mengidentifikasi sejumlah komoditas yang masih berada dalam kategori rentan, di antaranya beras medium zona 3, cabai rawit merah, bawang merah, jagung pakan ternak, dan telur ayam ras.
Untuk mengantisipasi tekanan inflasi, pemerintah mendorong penguatan distribusi pangan antardaerah, optimalisasi penyaluran cadangan pangan pemerintah, pengawasan harga dan distribusi, serta penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat.
Pengendalian inflasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Selain memastikan harga tetap terkendali, langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri















Comments