top of page

Si Asing yang Berpengaruh, Kenapa Dolar Juga Tentukan Nasib Ekonomi Indonesia?

Dolar menguat terhadap Rupiah. (Gambar: AI generated)
Dolar menguat terhadap Rupiah. (Gambar: AI generated)

KALTENGNETWORK- Per (5/6/26), 1 dolar Amerika setara Rp18.037.


"Dolar naik lagi."

Kalimat ini sering muncul di berita ekonomi. Namun bagi banyak orang, berita tersebut terasa jauh dari kehidupan sehari-hari.


Lagipula, sebagian besar masyarakat Indonesia bertransaksi menggunakan rupiah. Belanja pakai rupiah. Gaji diterima dalam rupiah. Bayar makan juga pakai rupiah.

Lalu kenapa ketika nilai tukar dolar naik, banyak pihak langsung khawatir?


Jawabannya karena meskipun kita hidup menggunakan rupiah, ekonomi dunia masih banyak bergerak menggunakan dolar Amerika Serikat.


Dolar: Mata Uang yang Mendunia

Bayangkan ada ratusan negara dengan mata uang yang berbeda-beda.

Jika Indonesia ingin membeli barang dari Jepang, sementara Jepang ingin membeli barang dari Brasil, dan Brasil ingin membeli barang dari Jerman, transaksi akan menjadi sangat rumit jika semua harus menukar mata uang satu sama lain.


Karena itulah dolar Amerika Serikat berkembang menjadi mata uang yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional.

Banyak transaksi global menggunakan dolar sebagai "bahasa bersama".

Mulai dari minyak bumi, gas alam, emas, dan berbagai komoditas internasional lainnya.


Kenapa Rupiah Bisa Terpengaruh?

Ketika Indonesia membeli barang dari luar negeri yang dihargai dalam dolar, perusahaan Indonesia harus menukar rupiah menjadi dolar terlebih dahulu.

Misalnya:

Sebuah perusahaan ingin membeli mesin dari luar negeri seharga USD 100.000.

Jika kurs:

  • Rp15.000 per dolar → biaya sekitar Rp1,5 miliar.

  • Rp17.000 per dolar → biaya sekitar Rp1,7 miliar.

Padahal harga mesin dalam dolar tidak berubah.

Yang berubah hanya nilai tukarnya.

Akibatnya biaya impor menjadi lebih mahal.


Dampaknya ke Barang Sehari-hari

Mungkin kita berpikir bahwa kita tidak pernah impor mesin dan hanya membeli barang kebutuhan sehari-hari menggunakan rupiah.


Namun banyak produk yang kita gunakan sehari-hari bergantung pada bahan baku atau komponen impor.

Contohnya berbagai gawai seperti ponsel dan laptop, obatan-obatan hingga bahan baku indurstri.


Ketika biaya impor naik, sebagian biaya tersebut bisa diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi.


Bahkan BBM juga ikut terpengaruh karena dolar.

Minyak bumi merupakan salah satu komoditas yang umumnya diperdagangkan menggunakan dolar.


Inilah salah satu alasan mengapa pergerakan dolar sering menjadi perhatian pemerintah, perusahaan energi, dan pelaku industri.


Kenapa Dolar Bisa Menguat?

Ada banyak faktor yang memengaruhi nilai dolar.

Salah satunya adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, yaitu Federal Reserve atau yang sering disebut The Fed.


Ketika suku bunga di Amerika naik, investor global sering tertarik menyimpan uang mereka dalam aset berbasis dolar karena dianggap lebih menguntungkan atau lebih aman.

Permintaan dolar meningkat.


Akibatnya nilai dolar bisa menguat terhadap banyak mata uang lain, termasuk rupiah.


Apakah Dolar Kuat Selalu Buruk?

Tidak selalu.

Bagi eksportir Indonesia, dolar yang lebih kuat justru bisa memberikan keuntungan.

Misalnya perusahaan yang menjual produknya ke luar negeri dan menerima pembayaran dalam dolar.

Ketika dolar menguat, hasil penjualannya dalam rupiah bisa menjadi lebih besar.

Karena itu, dampak kurs tidak selalu sama bagi semua pihak.

Ada yang diuntungkan, ada pula yang dirugikan.


Jadi Kenapa Kita Perlu Peduli?

Karena meskipun tidak pernah memegang dolar sekalipun, perubahan nilai dolar dapat memengaruhi berbagai aspek ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Dengan kata lain, kurs dolar bukan hanya urusan bank atau investor.

Dampaknya bisa menjalar hingga ke barang dan layanan yang kita gunakan setiap hari.


Banyak orang mengira ekonomi global hanya urusan pemerintah, bank sentral, atau investor besar. Padahal keputusan yang dibuat ribuan kilometer jauhnya dapat memengaruhi harga barang yang kita beli di sekitar rumah. Di dunia yang semakin terhubung, memahami pergerakan dolar bukan hanya soal memahami mata uang asing, tetapi memahami bagaimana ekonomi modern saling memengaruhi satu sama lain. -red


Penulis: Ivonne Hana

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page