Sholat Istisqa Digelar di Kotim, Pemkab Berdoa di Tengah Ancaman Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Sholat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Sholat Istisqa dengan tema “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT” tersebut dilaksanakan di halaman Pemda Kotim, Kamis (27/8/2026). Kegiatan diikuti Bupati Kotim Halikinnor, Wakil Bupati Kotim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur pemerintah daerah serta masyarakat.
Halikinnor mengatakan Sholat Istisqa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk berserah diri sekaligus memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Kotim.
“Kegiatan ini bertujuan untuk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta agar mudah-mudahan kita diberikan hujan, karena belakangan ini kita dihadapkan dengan cobaan karhutla yang masih sampai sekarang,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung saat ini turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kotim. Karena itu, selain melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan, pemerintah dan masyarakat juga diajak memperbanyak doa serta melakukan introspeksi.
Halikinnor menilai kondisi yang terjadi dapat menjadi pengingat agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan. Menjaga alam, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama agar lingkungan tetap memberikan manfaat bagi kehidupan.
“Dan mungkin saja ini teguran agar kita lebih bisa menjaga alam kita dan merawatnya. Kita juga sadar perlu melibatkan yang ada di atas,” tambahnya.
Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat di tengah kondisi kemarau. Pemerintah berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu mengatasi kekeringan sekaligus mengurangi potensi meluasnya karhutla.
Di sisi lain, Halikinnor mengingatkan bahwa doa perlu berjalan beriringan dengan upaya nyata dalam menjaga lingkungan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.
Pemkab Kotim bersama seluruh unsur terkait juga terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla di berbagai wilayah. Peran masyarakat diperlukan untuk membantu pemerintah mendeteksi dan menangani potensi kebakaran sejak dini.
Sholat Istisqa tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan mengajak masyarakat bersama-sama menghadapi dampak kemarau.
Melalui doa dan ikhtiar bersama, Pemkab Kotim berharap hujan segera turun, kondisi lingkungan kembali membaik, serta risiko karhutla yang masih mengancam sejumlah wilayah dapat ditekan. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments