Katingan Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi periode rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai ditandai dengan menebalnya kabut asap di sejumlah wilayah.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut ditegaskan melalui Apel Gabungan Gelar Pasukan Pengendalian Karhutla Tahun 2026 di Lapangan Makodim 1019/Katingan, Kamis (27/8/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, bertindak sebagai inspektur apel. Ia menegaskan seluruh unsur terkait harus meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kesiapan personel maupun peralatan untuk menghadapi potensi karhutla.
Menurut Christian, kondisi kabut asap yang mulai menebal di beberapa titik menjadi peringatan bahwa risiko kebakaran perlu diantisipasi sejak dini. Pemerintah, TNI-Polri, BPBD, relawan dan masyarakat diminta memperkuat koordinasi agar setiap titik api dapat segera ditangani.
“Saat ini wilayah Kabupaten Katingan telah memasuki periode kerawanan bencana kebakaran hutan dan lahan. Kondisi kabut asap yang mulai menebal di beberapa titik belakangan ini menjadi sinyal peringatan keras bagi kita semua bahwa status siaga karhutla harus ditingkatkan,” tegas Christian Rain.
Ia mengatakan apel gelar pasukan tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memastikan kesiapan seluruh unsur, mulai dari personel, sarana dan prasarana hingga pola koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat.
Kecepatan penanganan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Karena itu, setiap unsur tanggap darurat harus siap bergerak apabila ditemukan titik api di wilayah masing-masing.
“Kita harus memastikan seluruh unsur tanggap darurat siap diterjunkan kapan saja untuk memadamkan titik api sebelum meluas,” ujarnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan petugas, Christian juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian, perkebunan maupun pekarangan dengan cara membakar.
Menurutnya, kebakaran yang tidak terkendali dapat memberikan dampak luas terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi hingga kehidupan sosial masyarakat.
“Stop membakar lahan. Dilarang keras membuka lahan pertanian, perkebunan, maupun pekarangan dengan cara membakar. Tindakan ini merugikan kesehatan, ekonomi, dan memiliki konsekuensi hukum yang tegas,” katanya.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan keberadaan api maupun kepulan asap sekecil apa pun. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melapor kepada posko terdekat, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau relawan setempat.
Christian menilai keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengendalian karhutla. Penanganan tidak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam karena luasnya wilayah dan potensi munculnya titik api di berbagai lokasi.
Di tengah kondisi udara yang mulai terdampak asap, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Menurut Christian, pengendalian karhutla harus lebih mengutamakan pencegahan daripada menunggu kebakaran membesar. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dunia usaha dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengimbangi upaya penanganan di lapangan dengan doa agar Kabupaten Katingan mendapatkan hujan yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
“Mari kita panjatkan doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar menurunkan hujan yang berkah dan merata di Bumi Kabupaten Katingan, memberikan ketabahan, serta melimpahkan perlindungan dan kesehatan bagi seluruh petugas dan masyarakat di lapangan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Christian menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1019/Katingan, Kapolres Katingan, BPBD, jajaran TNI-Polri, relawan serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di Kabupaten Katingan.
Apel gabungan tersebut sekaligus menjadi penegasan kesiapan pemerintah daerah menghadapi ancaman karhutla. Dengan dukungan personel, peralatan dan kepedulian masyarakat, setiap potensi kebakaran diharapkan dapat ditangani lebih cepat sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments