top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karya Bakti Skala Besar Disiapkan untuk Buka Keterisolasian Petak Malai

Rapat Koordinasi Karya Bakti Skala Besar Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, Polri dan unsur terkait di Aula Makodim 1019/Katingan. (Foto: Portal Kab Katingan)
Rapat Koordinasi Karya Bakti Skala Besar Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, Polri dan unsur terkait di Aula Makodim 1019/Katingan. (Foto: Portal Kab Katingan)

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, Polri dan sejumlah pemangku kepentingan menyiapkan Karya Bakti Skala Besar untuk membuka keterisolasian wilayah Kecamatan Petak Malai yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses dan pelayanan dasar.


Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Karya Bakti Skala Besar yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, di Aula Makodim 1019/Katingan, Kamis (27/8/2026).


Rapat menjadi forum awal untuk menyatukan langkah sekaligus memetakan kebutuhan pembangunan di Petak Malai. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi akses jalan dan jembatan, listrik, air bersih, fasilitas umum hingga kebutuhan dasar masyarakat.


Komandan Kodim 1019/Katingan, Letkol Kav Prima Wahyudi, dalam paparannya menyampaikan kondisi geografis Kabupaten Katingan yang memiliki luas sekitar 20.380,5 kilometer persegi. Wilayah tersebut terdiri dari 13 kecamatan, tujuh kelurahan dan 154 desa dengan karakteristik geografis yang beragam.


Dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Petak Malai menjadi salah satu daerah yang membutuhkan perhatian karena masyarakatnya masih mengalami keterbatasan akses selama kurang lebih dua dekade.


Dengan jumlah penduduk sekitar 5.549 jiwa, masyarakat Petak Malai belum mendapatkan akses listrik secara memadai, pelayanan air bersih yang optimal, serta jalan yang layak dan aman menuju pusat daerah.


Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer melalui jalan logging. Kondisi jalan dan medan yang dilalui juga dinilai memiliki risiko keselamatan bagi masyarakat.


Kondisi tersebut mendorong munculnya usulan Karya Bakti Skala Besar dengan sejumlah sasaran pembangunan. Di antaranya peningkatan jalan dan jembatan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), penyediaan air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta pembangunan dan perbaikan fasilitas ibadah.


Sekda Katingan Christian Rain mengatakan rencana tersebut membutuhkan perencanaan dan data yang kuat agar usulan pembangunan dapat disampaikan secara meyakinkan kepada pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.


“Kalau nanti kita melakukan paparan di tingkat yang lebih tinggi, tentu harus disusun lebih rapi dan lebih kuat, sehingga kita bisa meyakinkan para pemimpin kita untuk memberikan perhatian, terutama dari sisi dukungan dan penganggaran,” ujarnya.


Menurut Christian, pembangunan jalan dan jembatan harus menjadi prioritas awal. Konektivitas dinilai menjadi dasar untuk membuka akses terhadap pembangunan sektor lainnya.


“Kalau menurut saya, prioritas pertama adalah jalan dan jembatan. Setelah itu, air bersih. Ketika akses terbuka, pembangunan yang lain akan lebih mudah mengikuti,” tegasnya.


Ia menjelaskan, terbukanya akses akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi kebutuhan, pelayanan pemerintah, pendidikan, kesehatan dan kegiatan ekonomi.


Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah perlu menyusun solusi yang menyesuaikan kondisi geografis dan sumber air yang tersedia di wilayah tersebut.


Sementara untuk rencana PLTMH, Christian menilai diperlukan kajian teknis lebih lanjut. Potensi sumber air, kebutuhan energi masyarakat, kapasitas pembangkit dan keberlanjutan operasional harus diperhitungkan sebelum pembangunan dilakukan.


Rapat juga membahas tantangan teknis pembangunan di kawasan pedalaman. Pekerjaan jalan membutuhkan perencanaan terhadap drainase, gorong-gorong, jembatan, kontur tanah hingga kondisi cuaca.


Menurut Christian, pengelolaan air menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan jalan. Kondisi terlalu basah dapat merusak konstruksi dan menghambat pekerjaan, sementara kondisi terlalu kering juga dapat memengaruhi proses pemadatan material.


Karena itu, waktu pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar harus disesuaikan dengan kesiapan personel, peralatan, logistik serta kondisi lapangan. Berbeda dengan program TMMD yang memiliki periode pelaksanaan tertentu, Karya Bakti dinilai lebih fleksibel dalam menentukan waktu pelaksanaannya.


Christian juga mendorong pembagian peran antarinstansi segera dipersiapkan. Pemerintah daerah, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan dan unsur lainnya diharapkan dapat memberikan dukungan sesuai kewenangan masing-masing.


“Yang terpenting, kita bagi tugas dan mempersiapkan semuanya dengan baik. Ketika sudah ada persetujuan dan petunjuk, kita harus siap bergerak,” katanya.


Keterlibatan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah sasaran juga menjadi bagian dari pembahasan. Menurut Christian, dunia usaha dapat berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi pembangunan sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.


Ia menegaskan, pembangunan di Petak Malai bukan hanya berkaitan dengan infrastruktur. Terbukanya akses juga menyangkut keselamatan masyarakat, kemudahan mobilitas, pelayanan dasar hingga peluang meningkatkan kesejahteraan warga.


“Yang paling penting adalah masyarakat menerima manfaat. Jalan yang terbuka akan mempermudah banyak hal, mulai dari mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan hingga pelayanan pemerintah,” ungkapnya.


Untuk pendanaan, Pemkab Katingan akan membahas berbagai opsi sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Sinkronisasi kebutuhan dengan proses penganggaran juga akan dilakukan, namun pelaksanaan kegiatan tetap menunggu arahan dan persetujuan dari pihak berwenang.


Pembahasan selanjutnya akan diarahkan pada aspek teknis dengan melibatkan perangkat daerah dan unsur terkait. Setiap pihak akan diminta memetakan kebutuhan sesuai bidangnya, termasuk jalan, jembatan, air bersih, energi, logistik, peralatan dan dukungan masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Katingan berharap rencana Karya Bakti Skala Besar dapat menjadi langkah konkret untuk menjawab persoalan keterisolasian Petak Malai. Kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperluas akses pelayanan dasar.


Bagi masyarakat Petak Malai, pembangunan akses tidak sekadar menghadirkan jalan atau jembatan baru. Terbukanya konektivitas diharapkan menjadi pintu masuk menuju pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih mudah, distribusi kebutuhan yang lebih lancar serta aktivitas ekonomi yang lebih berkembang.


Karena itu, setiap tahapan persiapan diarahkan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Yang penting nanti masyarakat menerima manfaat,” menjadi penekanan utama dalam pembahasan rencana Karya Bakti Skala Besar tersebut. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page