Bupati Kotim Dorong UKPBJ Jadi Pusat Keunggulan Pengadaan
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mendorong Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) tidak hanya berfungsi menjalankan proses administrasi pengadaan, tetapi berkembang menjadi pusat keunggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Konsultasi dan Pendampingan Penyusunan Bukti Dukung dan Persiapan UKPBJ Menuju PKP-BJ Proaktif Wilayah Kalimantan Tengah di Sampit, Kamis (27/8/2026).
Halikinnor menyambut kedatangan para peserta sekaligus menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme UKPBJ di daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Kota Sampit. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme UKPBJ di daerah,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, transformasi UKPBJ tidak cukup hanya dengan memenuhi persyaratan administratif atau menjalankan tahapan pemilihan penyedia. Lebih dari itu, UKPBJ harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan.
Ia menekankan pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel dan profesional sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“UKPBJ harus bergerak dari sekadar menjalankan proses administratif menjadi organisasi yang mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah melalui tata kelola pengadaan yang berkualitas,” katanya.
Halikinnor juga meminta peserta tidak menjadikan penyusunan bukti dukung sekadar sebagai pemenuhan persyaratan penilaian. Dokumen tersebut harus mampu menunjukkan berbagai upaya nyata yang telah dilakukan UKPBJ, manfaat bagi organisasi, serta inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja pengadaan.
Ia menyebut kehadiran perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI dan UKPBJ Kota Depok sebagai narasumber menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman dan pembelajaran terkait pengembangan tata kelola pengadaan.
“Kehadiran LKPP RI dan UKPBJ Kota Depok sebagai narasumber merupakan kesempatan yang sangat baik untuk belajar dan bertukar pengalaman dalam membangun UKPBJ yang profesional dan berorientasi pada pelayanan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati menilai pengadaan pemerintah memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan barang dan jasa perangkat daerah. Tata kelola pengadaan yang baik dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil dan koperasi.
Selain itu, pengadaan yang berkualitas dinilai dapat mendukung peningkatan pelayanan publik serta mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah.
Karena itu, Halikinnor meminta jajaran UKPBJ, khususnya UKPBJ Kabupaten Kotim, terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Saya meminta seluruh UKPBJ, khususnya UKPBJ Kabupaten Kotim, terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pelaksanaan pengadaan,” tegasnya.
Ia berharap proses konsultasi dan pendampingan tersebut dapat menghasilkan penguatan kelembagaan UKPBJ sekaligus mendorong terwujudnya sistem pengadaan yang semakin profesional, inovatif dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments