Satgas Udara dan Darat Terus Bergerak, Penanganan Karhutla Kalteng Difokuskan di Sejumlah Wilayah Rawan
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi terpadu yang melibatkan Satgas Udara dan Satgas Darat. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat deteksi dini, pemadaman, serta mencegah meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah rawan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan, seluruh unsur yang terlibat menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing dengan tetap melaporkan perkembangan kondisi di lapangan secara berkala.
"Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari dukungan helikopter hingga regu pemadam di darat. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Ahmad Toyib, Senin (3/8/2026).
Dalam operasi tersebut, Satgas Udara mengerahkan empat regu untuk melaksanakan patroli udara, pemantauan titik panas (hotspot), pengintaian kondisi lapangan, hingga mendukung operasi pemadaman apabila diperlukan.
Dukungan udara diperkuat dengan dua unit pesawat patroli, yakni Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU, serta dua helikopter water bombing, yaitu SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU.
Menurut Ahmad Toyib, hasil patroli udara menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan sekaligus mengarahkan pengerahan personel dan peralatan ke lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Sementara itu, Satgas Darat mengerahkan 17 regu. Sebanyak 13 regu ditempatkan di kawasan Tumbang Nusa untuk melaksanakan pemadaman, pendinginan, patroli, dan pencegahan meluasnya api. Empat regu lainnya disiagakan di Pos Komando sebagai tim cadangan dan pendukung operasional.
125 Titik Panas Terpantau
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, selama periode 2 Agustus 2026 terdeteksi sebanyak 125 titik panas di wilayah Kalimantan Tengah.
Meski demikian, hasil verifikasi melalui patroli udara, sistem Sipongi, serta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan sebagian besar titik panas telah dinyatakan aman atau HS Target Clear.
Beberapa wilayah yang telah diverifikasi aman antara lain Kecamatan Mantangai di Kabupaten Kapuas, Dusun Hilir di Kabupaten Barito Selatan, Bulik Timur di Kabupaten Lamandau, serta Bukit Santuai, Antang Kalang, dan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Namun, sejumlah lokasi masih menjadi perhatian petugas karena ditemukan asap sisa kebakaran maupun potensi kebakaran baru, di antaranya Dusun Hilir (Barito Selatan), Paju Epat dan Paku (Barito Timur), serta Manuhing (Gunung Mas).
Pemadaman dan Edukasi Terus Dilakukan
Di Kabupaten Pulang Pisau, tim gabungan melakukan pemadaman di wilayah Tanjung Taruna menggunakan tiga pompa besar, satu pompa jinjing, serta jaringan selang yang memanfaatkan sumber air dari embung.
Petugas berhasil mengendalikan kebakaran pada lahan gambut seluas sekitar 0,4 hektare yang ditumbuhi semak dan pakis, kemudian melanjutkan proses pembasahan serta pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Selain penanganan di lapangan, upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui patroli rutin Masyarakat Peduli Api (MPA) di kawasan lahan gambut, pengecekan sumber air, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Tim gabungan juga menggelar siaran keliling di kawasan Jalan Nagasari dan Kelurahan Petuk Katimpun dengan membagikan brosur, leaflet, dan masker, sekaligus mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Ahmad Toyib menegaskan, operasi pengendalian karhutla akan terus diperkuat melalui patroli udara, patroli darat, serta koordinasi yang terpusat di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.
Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBPK, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, Tim Serbu Api Kalimantan (TSAK), TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga Posko Krisis Karhutla. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments