Menu MBG Positif Terkontaminasi Bakteri, Operasional SPPG Seruyan Dihentikan Sementara
- Fransisca Fethy Angelina
- 47 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SERUYAN – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Kuala Pembuang I setelah hasil uji laboratorium menyatakan salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) positif mengandung bakteri.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Seruyan, M Raffin Dwi Akbar, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium resmi diterima pada 1 Agustus 2026 dan menjadi dasar evaluasi terhadap pengelolaan SPPG.
"Pada tanggal 1 Agustus 2026 hasil pemeriksaan laboratorium terhadap menu MBG sudah dirilis dan hasilnya memang positif mengandung bakteri pada salah satu menu," ujar Raffin, Senin (3/8/2026).
Menurut Raffin, temuan tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan BGN di tingkat pusat. Berdasarkan hasil evaluasi, BGN menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara operasional kepada SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I yang mendistribusikan makanan tersebut.
"Perihal kejadian menonjol kemarin sudah kami laporkan dan sudah kami follow up ke pimpinan pusat serta sudah mendapat tanggapan. SPPG yang mendistribusikan, yakni SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, telah mendapatkan punishment dari BGN berupa pemberhentian sementara operasional," katanya.
Ia menjelaskan, penghentian operasional tersebut bersifat sementara. SPPG baru diperbolehkan kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi maupun teknis yang ditetapkan BGN.
Beberapa pembenahan yang wajib dilakukan meliputi pembaruan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pemenuhan sertifikasi chef, kelengkapan perizinan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga perbaikan sarana dan prasarana dapur.
Selama masa penghentian operasional, BGN juga akan melakukan pembinaan serta pengawasan secara intensif untuk memastikan seluruh standar keamanan pangan dan operasional dipenuhi sebelum layanan kembali dibuka.
"Seluruh proses ini, termasuk perbaikan infrastruktur di SPPG, akan selalu kami lakukan pembinaan dan pengawasan," ujar Raffin.
Sementara itu, Kepala SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I, Yanuar Maulana, memastikan seluruh siswa yang sebelumnya menjalani perawatan akibat dugaan keracunan makanan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
"Per hari ini seluruh pasien telah kembali ke rumah masing-masing. Dengan demikian, tidak terdapat lagi pasien yang menjalani perawatan di RSUD Kuala Pembuang terkait kejadian ini," katanya.
Meski seluruh pasien telah pulang, Yanuar mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait sebagai langkah antisipasi apabila terdapat perkembangan lanjutan.
"Koordinasi dengan rumah sakit maupun instansi terkait juga tetap berlangsung untuk mengantisipasi apabila terdapat perkembangan lanjutan," ujarnya.
Sebelumnya, dugaan keracunan makanan dialami sejumlah pelajar SMP Negeri 1 Kuala Pembuang setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (29/7/2026). Para siswa dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, hingga demam sehingga harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang.
Sebelum didistribusikan, makanan tersebut disebut telah melalui pemeriksaan organoleptik yang meliputi pengecekan warna, aroma, dan rasa untuk memastikan makanan dalam kondisi layak konsumsi. Namun, hasil uji laboratorium kemudian menunjukkan salah satu menu positif mengandung bakteri sehingga menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments