Karhutla Kian Meluas, Sejumlah Titik Api di Kotim Belum Berhasil Dipadamkan
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 hour ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas. Banyaknya titik api yang muncul secara bersamaan membuat petugas harus membagi personel ke sejumlah lokasi, sehingga beberapa kebakaran belum berhasil dipadamkan hingga tuntas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan salah satu kebakaran yang masih menyisakan api terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 23. Hingga Senin (3/8/2026) malam, proses pemadaman terpaksa dihentikan sementara karena faktor keamanan dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
"Barusan balik personel. Belum tuntas padam. Masih nyala di bagian tengah. Belum bisa tuntas. Luas karhan 5 hektare, dapat diatasi 3 hektare," ujarnya.
Menurut Multazam, pemadaman di lokasi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 20.30 WIB. Namun, kondisi malam hari membuat personel tidak memungkinkan melanjutkan operasi sehingga sebagian area yang terbakar masih terus dipantau.
Sepanjang Senin, BPBD mencatat sedikitnya 11 kejadian kebakaran lahan di berbagai wilayah Kotawaringin Timur. Selain tim darat, upaya pemadaman juga mendapat dukungan helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Sejumlah titik kebakaran berhasil dipadamkan, di antaranya di Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan dan Jalan Bumi Raya 1. Sementara itu, kebakaran di Desa Camba, Jalan Camba 1, masih menyisakan api aktif, sedangkan kebakaran di Jalan Tjilik Riwut Km 13 telah padam namun masih mengeluarkan asap.
Di lokasi lain, kebakaran di Jalan HM Arsyad Km 38, Desa Bagendang Hilir, dan Desa Jaya Karet masih dalam tahap pembatasan agar api tidak meluas. Kebakaran di Jalan Tjilik Riwut Km 7 bahkan kembali muncul setelah sebelumnya berhasil dipadamkan pada siang hari.
Sementara itu, kebakaran di belakang SMAN 4 Sampit masih terus ditangani. Di Desa Batuah, Kecamatan Seranau, petugas menghadapi kendala medan karena lokasi hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai dengan kondisi air yang sedang surut.
Adapun kebakaran di kebun praktik SMKN 4 Desa Eka Bahurui belum sempat ditangani, sedangkan titik api di Desa Lempuyang sulit dijangkau tim darat dan diperparah oleh tiupan angin yang mempercepat penyebaran api.
Untuk kawasan yang sulit diakses, BPBD mengandalkan bantuan helikopter pengebom air dari BNPB. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu menekan perluasan kebakaran, terutama di wilayah yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.
"Hari ini ada satu water bombing, hanya di MB Hilir. Kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah provinsi dan BNPB untuk upaya pemadaman karhutla di Kotawaringin Timur," kata Multazam.
Ia kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Menurutnya, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menghindari meluasnya kebakaran yang dapat berdampak terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kualitas udara. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments