Karhutla Luwuk Bunter Ganggu Satwa Liar, Dua Orangutan Terlihat Berlari
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya mengancam lahan milik masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap satwa liar yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Kepulan asap akibat kebakaran membuat kondisi habitat di sekitar lokasi terganggu. Warga yang berada di lokasi bahkan melihat dua orangutan yang biasa berkeliaran di kawasan tersebut bergerak menjauh saat aktivitas pembersihan jalur dilakukan.
Dayat, warga yang berada di lokasi, mengatakan dua orangutan tersebut terlihat berlari ketika warga membersihkan jalur lahan untuk mendukung aktivitas pemadaman.
“Tadi saat kami bersihkan jalur lahan, dua orangutan yang biasa berkeliaran di sini lari,” ujar Dayat, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, kedua orangutan terlihat ketika kawasan masih diselimuti asap akibat kebakaran. Warga tetap melanjutkan pembersihan jalur untuk memudahkan upaya pemadaman sekaligus mencegah api semakin meluas.
Karhutla di kawasan Luwuk Bunter dan Sungai Paring telah membuat masyarakat berjaga selama beberapa hari. Warga bertahan siang hingga malam untuk mengantisipasi api kembali menjalar ke lahan dan kebun yang masih tersisa.
Dengan peralatan seadanya, warga melakukan pemantauan dan pemadaman ketika kembali menemukan api maupun kepulan asap. Air untuk pemadaman juga dibawa secara estafet dari permukiman menuju lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut membuat warga harus bergantian menjaga lahan hingga malam hari. Bara yang masih berada di dalam tanah dikhawatirkan kembali menyala ketika kondisi angin dan cuaca mendukung penyebaran api.
Selain mengancam lahan masyarakat, keberadaan asap dan api di kawasan tersebut juga berpotensi mengganggu satwa liar yang menjadikan kawasan sekitar sebagai habitatnya.
Warga berharap kebakaran segera dapat dikendalikan sehingga lahan masyarakat maupun lingkungan sekitar tidak semakin terdampak dan satwa liar dapat kembali ke habitatnya dengan aman. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments