Karhutla Ancam Kebun Warga di Pangkalan Banteng, Tim Gabungan Bergerak
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Kebakaran lahan yang mengancam perkebunan warga di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendapat penanganan cepat dari tim gabungan. Tim Tanggap Kebakaran dan Darurat (TKTD) PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP) turut dikerahkan untuk membantu memadamkan api.
Kebakaran terjadi di Desa Kebun Agung dan Desa Sungai Kuning pada 15 Agustus 2026. Penanganan melibatkan PT GSPP bersama BPBD, kepolisian, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat.
Sejumlah armada pemadam dan kendaraan suplai air dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan. Tim gabungan berjibaku memadamkan api hingga kebakaran berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke area lainnya.
Kepala Desa Kebun Agung, Rohiman, mengapresiasi respons PT GSPP yang ikut membantu masyarakat dalam menangani kebakaran lahan.
“Dukungan PT GSPP sangat berarti bagi masyarakat, khususnya warga yang kebunnya terdampak. Respons yang cepat membantu proses pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” ujar Rohiman.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan bersama masyarakat dan aparat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran lahan.
Perwakilan Manajemen PT GSPP, Azizul Husni Reza, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena tidak dapat dilakukan sendiri.
“Kolaborasi menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat di lapangan,” kata Reza.
Ia menegaskan PT GSPP akan terus menjaga kesiapan personel dan peralatan pemadam sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta masyarakat.
“PT GSPP akan terus memperkuat kesiapsiagaan personel, sarana pemadaman, serta koordinasi sebagai bagian dari upaya bersama mencegah api meluas,” tegasnya.
Selain penanganan di lapangan, perusahaan juga mendorong penguatan komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan aktivitas perkebunan warga di wilayah Pangkalan Banteng. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments