top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Polda Kalteng Uji Cairan Surfaktan, Titik Api Karhutla Turun hingga 10–20 Derajat Celsius

6 minutes ago
2 min read
Petugas menguji penggunaan cairan surfaktan untuk mempercepat pemadaman dan menurunkan suhu titik api Karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya. (Foto: Istimewa)
Petugas menguji penggunaan cairan surfaktan untuk mempercepat pemadaman dan menurunkan suhu titik api Karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palangka Raya mendapat dukungan metode baru. Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menguji penggunaan cairan surfaktan khusus untuk mempercepat pemadaman sekaligus menekan suhu titik api di kawasan Petuk Katimpun.


Hasil pengujian menunjukkan penurunan suhu yang cukup signifikan. Titik api yang semula memiliki suhu di atas 100 derajat Celsius dapat ditekan hingga sekitar 10–20 derajat Celsius dalam waktu kurang dari satu menit setelah disemprot menggunakan cairan tersebut.


Metode tersebut menjadi bagian dari operasi pembasahan untuk mengendalikan area terdampak Karhutla. Penurunan suhu secara cepat dinilai penting untuk membantu mencegah bara kembali memicu munculnya api.


Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan strategi yang dapat diterapkan secara cepat dan efektif di lapangan. Karena itu, penggunaan surfaktan dipadukan dengan operasi pemadaman dan pembasahan yang dilakukan personel.


Selain mengandalkan sumber daya dari Kalteng, penanganan Karhutla juga mendapat dukungan dari Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).


Sebanyak 1.000 liter cairan surfaktan dikirim Polda Kalsel untuk membantu memperkuat upaya pemadaman Karhutla di wilayah Kalteng.


“Sebanyak 1.000 liter cairan surfaktan dikirimkan sebagai bentuk bantuan dari Polda Kalsel untuk memperkuat upaya pemadaman di Kalteng,” ujar Iwan, Selasa (8/9/2026).


Menurut Iwan, dukungan lintas wilayah menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla yang membutuhkan pengerahan personel, peralatan dan material dalam jumlah besar.


Ia menegaskan, koordinasi dengan kepolisian daerah lain di wilayah yang terdampak Karhutla akan terus ditingkatkan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kebakaran lahan di wilayah Kalimantan.


“Sinergi antar-polda melalui kombinasi operasi pemadaman diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penanganan karhutla di Kalimantan,” tegasnya.


Penggunaan surfaktan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat proses pendinginan titik panas. Dengan suhu bara yang dapat ditekan dalam waktu singkat, personel di lapangan diharapkan dapat lebih cepat mengendalikan potensi api kembali muncul.


Upaya tersebut sekaligus memperkuat strategi penanganan Karhutla yang tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan titik panas benar-benar mengalami pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali meluas. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page