Bupati Murung Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Karhutla 2026
- Fransisca Fethy Angelina
- 4 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui sinergi pemerintah, aparat keamanan, masyarakat serta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU).
Hal tersebut disampaikan Bupati Murung Raya Heriyus saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang HGU dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting dari Aula A Kantor Bupati Murung Raya, Senin (7/9/2026).
Rakor yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah Murung Raya Sarwo Mintaro, Asisten I Rahmat K. Tambunan, Asisten II K. Zen Wahyu serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Dalam rakor tersebut disampaikan bahwa pemerintah pusat memperkuat operasi darat di sejumlah provinsi prioritas dalam menghadapi potensi karhutla. Secara nasional disiapkan 43.481 personel gabungan yang terdiri atas unsur BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan relawan.
Untuk wilayah Kalimantan Tengah, sebanyak 4.686 personel disiapkan untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla. Kekuatan tersebut juga didukung berbagai peralatan pemadaman dan perlengkapan operasional sesuai kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Heriyus menegaskan keberhasilan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama perusahaan pemegang HGU yang memiliki wilayah kerja cukup luas.
“Kami minta perusahaan HGU aktif melakukan pencegahan, mulai patroli, memastikan kesiapan armada pemadaman,” tegas Heriyus.
Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi munculnya titik api dan mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
Pemkab Murung Raya melalui BPBD dan perangkat daerah terkait terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla. Pemerintah kecamatan juga didorong meningkatkan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kita harus bergerak bersama sejak dini. Karhutla bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas dan keselamatan masyarakat,” ujar Heriyus.
Penguatan koordinasi antara pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan Murung Raya dalam menghadapi puncak musim kemarau sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kebakaran. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments