Polda Kalteng Gunakan Serbuk Singkong dan Drone Thermal Tangani Bara Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 hour ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah menggunakan serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong untuk menangani bara api yang berada di bawah permukaan lahan gambut dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan mengatakan inovasi tersebut dinilai efektif untuk menangani kebakaran gambut yang bara apinya tidak selalu terlihat dari permukaan. Hal itu disampaikannya saat meninjau lokasi Karhutla di Jalan Dulin Kandang, Palangka Raya, Jumat (4/9/2026).
Menurut Iwan, kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api yang terlihat sudah berhasil dipadamkan.
“Bara yang masih tersimpan tersebut dapat kembali membesar ketika terkena hembusan angin. Kondisi itu pula yang kerap menjadi sumber munculnya asap tebal setelah proses pemadaman,” katanya.
Untuk menangani kondisi tersebut, Polda Kalteng menggunakan bahan pemadam bernama Hertindo AF31. Serbuk tersebut terlebih dahulu dicampurkan dengan air sebelum diinjeksikan langsung ke titik bara yang berada di bawah permukaan gambut.
Pencarian titik bara dilakukan menggunakan drone thermal. Teknologi tersebut membantu petugas mendeteksi lokasi panas secara lebih akurat sehingga penyemprotan dapat diarahkan langsung ke titik yang membutuhkan penanganan.
“Pemadamannya dibantu dengan drone thermal untuk mendeteksi titik bara secara akurat agar penggunaan air lebih efisien di tengah keterbatasan sumber air saat musim kemarau,” jelas Iwan.
Dalam penggunaannya, satu kantong serbuk memiliki berat 25 kilogram dan dicampurkan dengan sekitar 100 liter air. Sementara untuk satu tampungan berkapasitas 1.200 liter, dibutuhkan sekitar 12 kantong serbuk.
Campuran tersebut kemudian digunakan untuk membasahi area sekaligus membantu mematikan bara yang berada di bawah permukaan gambut.
“Fungsinya adalah nanti untuk penyekat bara-bara api yang ada di bawah gambut,” ujarnya.
Iwan mengatakan serbuk pemadam tersebut merupakan bantuan dari Mabes Polri melalui Korbrimob dan telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalteng.
Penggunaan bahan tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman, khususnya saat petugas menghadapi keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.
“Ini akan lebih efektif, lebih cepat padam dan juga baranya mati sehingga tidak menimbulkan asap,” tegasnya.
Menurut Iwan, kombinasi penggunaan serbuk pemadam dan teknologi drone thermal menjadi salah satu strategi untuk menangani Karhutla di kawasan gambut secara lebih tepat. Petugas tidak hanya menyasar api yang terlihat di permukaan, tetapi juga mencari bara tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Strategi tersebut sekaligus diharapkan dapat menekan penggunaan air, mempercepat proses pemadaman, dan mengurangi potensi asap yang berdampak terhadap masyarakat selama musim kemarau. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments