Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Lamandau Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, NANGA BULIK – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lamandau Nanga Bulik untuk memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin dekat, memperluas perlindungan, serta memastikan manfaat jaminan sosial dapat membantu pekerja dan keluarganya tetap berdaya.
Mengusung semangat “Melayani, Melindungi dan Memberdayakan”, peringatan Harpelnas tahun ini tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Jajaran BPJS Ketenagakerjaan turut turun langsung menyapa dan memberikan pelayanan kepada peserta.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lamandau Nanga Bulik, Yusef Dwi Jayadi, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lamandau, Atie Dieni, S.Sos., M.A.P., memberikan pelayanan kepada peserta yang sedang melakukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jumat (4/9/2026).
Rangkaian kegiatan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lamandau Nanga Bulik diawali dengan seremoni sekitar 30 menit sebelum pelayanan berlangsung. Jajaran BPJS Ketenagakerjaan kemudian menyambut peserta di pintu masuk, membagikan makanan ringan, serta memberikan souvenir kepada peserta yang berhasil melakukan klaim JHT melalui aplikasi JMO (Jamsostek Mobile).
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, perlindungan jaminan sosial tidak hanya berkaitan dengan pemberian manfaat ketika risiko terjadi. Perlindungan tersebut juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan kehidupan pekerja dan keluarganya saat menghadapi risiko seperti kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua maupun meninggal dunia.
Salah satu gambaran manfaat tersebut dirasakan Ani, ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berupaya menata kembali kehidupan keluarganya setelah kehilangan sang suami.
Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, Ani memperoleh pendampingan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, Ani mulai merintis usaha kue tradisional yang kini menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarganya.
Yusef menilai kisah tersebut menunjukkan bahwa manfaat jaminan sosial dapat memberikan dampak lebih luas bagi keluarga penerima manfaat.
“Penyampaian dan penyaluran manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan ini bukan sekadar pemenuhan hak kepesertaan, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga pekerja agar tetap berdaya dan mandiri setelah melewati masa sulit,” ujar Yusef.
Komitmen tersebut sejalan dengan konsep Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan melalui prinsip 3M, yakni Melayani, Melindungi dan Memberdayakan.
Menurut Yusef, pelayanan kepada peserta tidak berhenti setelah manfaat diterima. BPJS Ketenagakerjaan juga berupaya memastikan pekerja dan keluarganya memiliki kesempatan untuk kembali mandiri setelah menghadapi risiko.
“Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya,” katanya.
Sasar Pekerja Informal
Selain memberikan pelayanan kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lamandau Nanga Bulik memanfaatkan momentum Harpelnas untuk meningkatkan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).
Edukasi menyasar pekerja mandiri dari berbagai profesi, seperti pedagang, petani hingga pengemudi transportasi umum. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki perlindungan, termasuk manfaat program JHT.
Agar lebih mudah diterima, edukasi dikemas secara interaktif melalui kuis singkat dengan hadiah souvenir. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi sekaligus kesadaran pekerja mandiri terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Melalui Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Lamandau menegaskan bahwa perlindungan pekerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Yusef berharap peserta semakin merasakan manfaat nyata dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Selamat Hari Pelanggan Nasional 2026 kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik, memperluas perlindungan, serta bersama-sama mewujudkan pekerja dan keluarga Indonesia yang sejahtera,” pungkasnya. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments