Padel Mulai Diminati di Kalteng, Peluang Jadi Olahraga Prestasi Masih Terbuka
- Fransisca Fethy Angelina
- 7 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Olahraga padel mulai menarik perhatian masyarakat di Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash tersebut mulai berkembang sebagai aktivitas rekreasi sekaligus bagian dari gaya hidup.
Pengurus KONI Provinsi Kalimantan Tengah Budi Yantoro menilai perkembangan padel di tengah masyarakat menunjukkan respons yang cukup baik, meski olahraga tersebut masih tergolong baru di daerah.
“Ini bisa dikatakan ‘barang baru’. Tapi tidak semua orang bisa langsung terjun dan bermain, karena padel memerlukan keahlian khusus,” kata Budi di Palangka Raya, Jumat (24/7/2026).
Budi yang juga menjabat Wakil Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kota Palangka Raya melihat padel saat ini masih lebih banyak berkembang sebagai tren gaya hidup.
Salah satu tantangannya adalah biaya untuk memainkan olahraga tersebut. Padel membutuhkan lapangan khusus, sementara raket, penyewaan fasilitas hingga jasa pelatih membutuhkan biaya yang relatif tidak sedikit.
“Walaupun lapangan dan raket bisa disewa, biaya pelatih juga tidak murah. Semua butuh biaya yang tidak sedikit. Bagi masyarakat dengan ekonomi pas-pasan mungkin bisa mencoba satu-dua kali, tapi sulit untuk rutin,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat akses terhadap padel belum seluas sejumlah cabang olahraga lainnya. Meski demikian, Budi menilai peluang padel berkembang menjadi olahraga prestasi di Kalimantan Tengah tetap terbuka.
Menurutnya, perkembangan tersebut perlu ditopang dengan kompetisi resmi yang digelar secara rutin serta pembentukan organisasi yang dapat menjalankan pembinaan atlet secara terstruktur.
“Untuk menjadi cabang olahraga berprestasi perlu ada kompetisi resmi secara rutin. Olahraga ini juga harus terdaftar di KONI, baik kepengurusan, keanggotaan, maupun AD/ART-nya,” jelasnya.
Selain organisasi, ketersediaan lapangan berstandar dan pembinaan sejak dini juga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem padel di daerah. Salah satu langkah yang dapat dikembangkan adalah menghadirkan sekolah atau tempat pembinaan padel dengan biaya yang lebih terjangkau.
Dengan fasilitas dan pembinaan yang lebih luas, padel berpeluang tidak hanya dimainkan kelompok tertentu, tetapi juga menjangkau lebih banyak masyarakat serta melahirkan atlet potensial.
“Jadi saat ini padel masih sebatas olahraga kreasi karena belum ada wadahnya dan belum resmi menjadi anggota KONI. Karena itu wajib didaftarkan dulu agar pembinaannya bisa berjalan,” pungkas Budi. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments