Palangka Raya Gandeng Kabupaten Karo Jaga Pasokan Cabai, Strategi Tekan Inflasi Daerah
- Fransisca Fethy Angelina
- 9 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kolaborasi ini difokuskan untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas hortikultura, khususnya cabai, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di Kota Palangka Raya.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat menghadiri kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Daerah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (29/6/2026).
Menurut Zaini, sebagai pusat aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah, Palangka Raya memiliki tingkat konsumsi yang tinggi sehingga sangat bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah. Kondisi tersebut membuat harga komoditas strategis, terutama cabai, rentan mengalami fluktuasi ketika distribusi terganggu.
"Melalui kerja sama ini kita ingin memotong rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga pasokan dari daerah produsen dapat langsung masuk ke Palangka Raya. Dengan demikian harga lebih stabil dan masyarakat tidak terbebani," ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Karo merupakan salah satu sentra hortikultura nasional dengan produksi cabai dan sayuran yang melimpah. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi solusi dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan di Palangka Raya, terutama saat permintaan meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Menurut Zaini, penguatan kerja sama antardaerah tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan konektivitas perdagangan antarwilayah.
"Penguatan kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi instrumen strategis untuk pengendalian inflasi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan konektivitas perdagangan antardaerah," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pengiriman berbagai komoditas hortikultura dari Kabupaten Karo ke Kota Palangka Raya mulai direalisasikan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga harga komoditas di tingkat konsumen menjadi lebih stabil.
Untuk memastikan kerja sama berjalan efektif, Zaini meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya segera menyusun langkah teknis, termasuk memastikan distribusi komoditas berlangsung lancar hingga ke pasar-pasar tradisional.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Kabupaten Karo dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui terjaminnya pasokan pangan, stabilitas harga kebutuhan pokok, maupun meningkatnya kesejahteraan petani dan pelaku usaha di kedua daerah.
"Kita ingin membuktikan bahwa jarak geografis bukan menjadi hambatan, tetapi menjadi jembatan kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang mandiri dan tangguh," pungkasnya. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments