top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Lisda Arriyana Tekankan Pentingnya Wawasan Geopolitik bagi Mahasiswa

6 hours ago
3 min read
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalteng Lisda Arriyana saat menyampaikan sambutan pada kuliah umum bertema “Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin”. (Foto: MMC Kalteng).
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalteng Lisda Arriyana saat menyampaikan sambutan pada kuliah umum bertema “Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin”. (Foto: MMC Kalteng).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemahaman mengenai geopolitik global dinilai penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melihat keterkaitan perubahan dunia dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, teknologi, ketahanan pangan dan energi hingga pembangunan daerah.


Hal tersebut disampaikan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana saat menghadiri kuliah umum bertema “Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin” di Gedung Hasupa UIN Palangka Raya, Kompleks Islamic Centre, Rabu (16/9/2026).


Kegiatan yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tersebut menghadirkan Kepala Bagian Acara Biro Protokol Sekretariat Presiden Mujaddid Akbar sebagai narasumber.


Lisda mengatakan, geopolitik bukan hanya menjadi urusan diplomat, pemerintah, maupun pengambil kebijakan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa juga perlu memahami bagaimana perubahan global dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.


“Pemahaman terhadap geopolitik bukan hanya menjadi urusan para diplomat, pemerintah, atau pengambil kebijakan. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa juga perlu memahami bagaimana perubahan dunia dapat memengaruhi kehidupan kita,” ujar Lisda.


Menurutnya, berakhirnya Perang Dingin tidak serta-merta mengakhiri persaingan dan tarik-menarik kepentingan antarnegara. Perubahan dunia terus berlangsung dengan munculnya kekuatan baru, persaingan ekonomi dan teknologi, konflik di berbagai kawasan, serta tantangan global yang semakin kompleks.


Dalam kondisi tersebut, Indonesia memiliki posisi strategis karena berada di persilangan dua benua dan dua samudra. Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari dinamika geopolitik global, tetapi juga memiliki kepentingan dan peran dalam menjaga stabilitas kawasan serta perdamaian dunia.


“Indonesia dalam Konstelasi Geopolitik Global Pasca Perang Dingin merupakan tema yang sangat penting untuk kita pahami bersama,” tuturnya.


Lisda menambahkan, dinamika global juga memiliki keterkaitan dengan pembangunan di Kalimantan Tengah. Potensi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, investasi, hilirisasi, ketahanan pangan hingga pengembangan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari perubahan ekonomi dan geopolitik dunia.


Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang lahirnya pemikiran, gagasan, dan sumber daya manusia yang mampu membaca perubahan zaman.


“Oleh karena itu, saya berharap melalui kuliah umum ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga terdorong untuk melihat Indonesia dan dunia dengan perspektif yang lebih luas, kritis, objektif, serta tetap berpijak pada kepentingan nasional dan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.


Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir mengatakan, pemahaman mengenai geopolitik tidak hanya berkaitan dengan peperangan secara langsung, tetapi juga berbagai bentuk persaingan dan kepentingan yang berkembang di dunia.


Menurutnya, persoalan global saat ini mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, pertahanan, teknologi, serta kepentingan antarnegara.


“Perang dingin bukan hanya berbicara mengenai rudal atau roket, tetapi juga mengenai berbagai bentuk persaingan dan kepentingan yang berkembang di dunia,” jelas Ahmad.


Ia mencontohkan kondisi ekonomi dan nilai tukar mata uang suatu negara sebagai salah satu persoalan yang dapat dikaji dalam konteks ekonomi internasional. Berbagai dinamika tersebut penting dipahami untuk melihat keterkaitan antara kondisi suatu negara dan perkembangan global.


“Wawasan global harus diketahui dan dipahami bersama, terutama oleh insan cendekia seperti kita semua,” ujarnya.


Ahmad berharap mahasiswa dapat mengikuti kuliah umum tersebut dengan baik sehingga memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai perkembangan global, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga politik, pertahanan, teknologi, dan berbagai kepentingan antarnegara.


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan perguruan tinggi, serta civitas akademika UIN Palangka Raya. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page