top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Disdagperin Kalteng Dorong Hilirisasi Ikan melalui Pelatihan Olahan Pangan

7 hours ago
3 min read
Peserta mengikuti praktik pengolahan ikan menjadi berbagai produk pangan olahan dalam pelatihan yang digelar Disdagperin Kalteng di Palangka Raya. (Foto: Disdagperin Kalteng).
Peserta mengikuti praktik pengolahan ikan menjadi berbagai produk pangan olahan dalam pelatihan yang digelar Disdagperin Kalteng di Palangka Raya. (Foto: Disdagperin Kalteng).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus hilirisasi potensi sumber daya lokal melalui pengolahan hasil perikanan.


Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Ikan yang digelar selama tiga hari, 15–17 September 2026, di Palangka Raya. Kegiatan dibuka Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng Norhani, Selasa (15/9/2026).


Pelatihan diikuti 30 peserta yang berasal dari kelompok ibu-ibu pengajian dan masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengikuti pelatihan sejenis. Peserta mendapatkan keterampilan mengolah ikan menjadi sejumlah produk pangan beku atau frozen food, seperti nugget, bakso, kaki naga, dan empek-empek.


Kepala Disdagperin Kalteng Norhani mengatakan, potensi perikanan yang dimiliki Kalteng perlu diiringi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.


“Pengolahan ikan merupakan salah satu strategi untuk mentransformasi hasil perikanan yang mudah rusak menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Karena itu, masyarakat tidak hanya kita dorong mampu memproduksi, tetapi juga mampu menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki peluang pasar,” tutur Norhani.


Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat lebih produktif dan mandiri. Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan bagi keluarga hingga membuka peluang lapangan kerja.


“Peningkatan kapasitas SDM pelaku IKM menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan perputaran perekonomian di Kalimantan Tengah. Kita berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi usaha yang produktif,” ungkapnya.


Norhani juga menekankan pentingnya pemahaman pasar dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, pelaku IKM perlu menentukan target konsumen, menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar, menjaga kualitas dan identitas produk, serta mengikuti perkembangan tren.


“Cari target pasar yang akan dimasuki, kemudian buat produk sesuai dengan target pasar tersebut. Terus ikuti tren dan harus dinamis mengikuti perkembangan, sehingga mampu membaca peluang pasar yang belum banyak dimanfaatkan orang,” katanya.


Selain aspek pemasaran, peserta juga diingatkan untuk memperhatikan kesehatan, kandungan gizi, keamanan pangan, kebersihan selama proses produksi, serta penggunaan bahan tambahan pangan sesuai ketentuan.


Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disdagperin Kalteng Simon F. Obos mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong diversifikasi produk dengan memanfaatkan potensi sumber daya perairan Kalteng, baik dari sungai maupun laut.


Menurut Simon, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar. Padahal, pengolahan dapat memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan.


“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar. Padahal, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” jelasnya.


Karena itu, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis pengolahan, tetapi juga pemahaman mengenai inovasi produk dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Hal tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar.


Simon berharap pengembangan produk olahan ikan juga dapat mengangkat potensi dan kearifan lokal Kalteng sehingga ke depan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.


“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya bicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kita hingga ke tingkat nasional,” katanya.


Disdagperin Kalteng berkomitmen melanjutkan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku IKM melalui penguatan kapasitas produksi, peningkatan standar mutu, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan teknologi pengolahan.


Melalui pelatihan tersebut, hasil perikanan diharapkan semakin banyak diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat IKM, dan mendukung perekonomian Kalteng. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page