Karhutla Hanguskan Lima Hektare Lahan di Ujung Pandaran, Asap Tebal Selimuti Jalan
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sekitar lima hektare lahan kosong di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, terbakar pada Jumat (24/7/2026) siang.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan api membakar semak belukar kering di pinggir jalan. Kepulan asap tebal menutupi sebagian ruas jalan yang saat kejadian terlihat relatif sepi dari aktivitas warga.
Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menerima informasi, petugas Pos Sektor Pemadam Kebakaran Samuda bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil tangki pemadam.
Personel Damkar Pos Sektor Samuda, Supianor, mengatakan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.50 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.50 WIB dan langsung melakukan penanganan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare,” kata Supianor dalam laporannya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Petugas baru menyelesaikan penanganan pada pukul 14.54 WIB setelah memastikan api berhasil dikendalikan dan kondisi di sekitar lokasi dinilai aman.
Penanganan karhutla tersebut melibatkan sejumlah unsur. Selain petugas pemadam kebakaran, proses pemadaman dibantu personel Polsek Jaya Karya Samuda, PT Simon, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga berkaitan dengan unsur kesengajaan atau arson. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kejadian di Ujung Pandaran menambah rangkaian karhutla yang terjadi di Kotim selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api dapat dengan cepat merambat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments