Lapas Perempuan Palangka Raya Luncurkan LA'NGOPI, Perkuat Sinergi Pembinaan dan Berbagi Pengetahuan
- Fransisca Fethy Angelina
- 50 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya resmi meluncurkan inovasi LA'NGOPI (Lapas Perempuan Ngobrol Pintar) sebagai wadah berbagi pengetahuan dan memperkuat sinergi antara pegawai, aparat penegak hukum (APH), serta para pemangku kepentingan. Peluncuran program tersebut berlangsung di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Selasa (7/7/2026).
Program LA'NGOPI dirancang sebagai forum diskusi rutin bagi pegawai yang telah mengikuti bimbingan teknis maupun pelatihan untuk membagikan ilmu yang diperoleh. Program ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mendukung pembinaan warga binaan.
Peluncuran dihadiri Kabid Pembinaan, Penindakan dan Teknologi Informasi Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Tubagus Chaidir, yang mewakili Kepala Kantor Wilayah, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya beserta jajaran, Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya Yunardi, perwakilan Pengadilan Negeri Palangka Raya, jajaran Polres Palangka Raya, serta awak media.
Kegiatan diawali dengan pemaparan Kasubag Tata Usaha Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Christin Sari, selaku penggagas program LA'NGOPI, kemudian dilanjutkan dengan peresmian oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Perempuan menegaskan bahwa LA'NGOPI merupakan wujud komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
"LA'NGOPI ini bentuk komitmen kami. Pegawai yang sudah ikut bimtek harus bisa menyebarkan ilmunya, dan berdiskusi dengan APH serta stakeholder. Dengan begitu pembinaan di Lapas Perempuan bisa berjalan lebih terarah, sinergi, dan berdampak," tegasnya.
Sementara itu, Christin Sari menjelaskan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi media berbagi pengalaman bagi pegawai yang telah mengikuti pelatihan, tetapi juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi.
"Intinya LA'NGOPI adalah wadah untuk kita berbagi dan menambah ilmu pengetahuan. Narasumbernya bisa dari pegawai yang ikut bimtek atau pelatihan, bisa juga dari segala lini seperti APH maupun stakeholder lainnya," ujarnya.
Melalui program ini, berbagai materi akan dibahas secara berkala, mulai dari penegakan hukum, pembinaan warga binaan, pelayanan kesehatan, hingga program reintegrasi sosial. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang semakin baik.
Kabid Pembinaan, Penindakan dan Teknologi Informasi Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Tubagus Chaidir, mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun sistem pemasyarakatan yang profesional dan berkelanjutan.
"Kolaborasi adalah kunci. Melalui LA'NGOPI, Lapas Perempuan menunjukkan keseriusannya membangun sistem pemasyarakatan yang kolaboratif," katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Yunardi, yang menilai LA'NGOPI menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi antarlembaga.
"Kejari sangat mengapresiasi LA'NGOPI sebagai wadah yang sangat bagus untuk saling sharing knowledge dalam menyamakan persepsi antara Lapas dengan APH dan stakeholder," ujarnya.
Ke depan, LA'NGOPI direncanakan menjadi agenda bulanan yang melibatkan berbagai unsur. Program ini diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama sekaligus menghadirkan sistem pembinaan warga binaan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdampak. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments