Kompolnas: Teriakan "Perampok" Picu Kericuhan dalam Operasi Narkoba di Katingan
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mochammad Choirul Anam, mengungkapkan hasil temuan sementara terkait insiden penggerebekan kasus narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, yang menewaskan tiga anggota Polri.
Pernyataan tersebut disampaikan usai Kompolnas melakukan pendalaman di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7/2026).
Menurut Anam, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, persiapan operasi kepolisian telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari perencanaan hingga pengerahan personel di lapangan.
Ia menjelaskan, eskalasi kericuhan bermula ketika anggota kepolisian memperkenalkan diri sebagai polisi saat melakukan operasi. Tindakan tersebut merupakan prosedur yang wajib dilakukan dalam setiap pelaksanaan operasi kepolisian.
"Ketika anggota memperkenalkan diri sebagai polisi, justru diteriaki sebagai perampok oleh salah satu anggota keluarga. Dari situlah situasi berkembang menjadi ricuh," ujar Anam.
Anam mengungkapkan, saat kericuhan terjadi sebenarnya petugas telah berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di dalam rumah. Namun, teriakan tersebut memicu kedatangan anggota keluarga lain yang memiliki hubungan kekerabatan dengan penghuni rumah sehingga situasi semakin tidak terkendali.
Menurutnya, apabila tidak terjadi teriakan maupun perlawanan dari kelompok tersebut, insiden yang menewaskan tiga anggota Polri kemungkinan besar tidak akan terjadi. Hal serupa juga berlaku apabila personel yang mundur dari lokasi tidak dikejar oleh massa.
Kompolnas juga menyampaikan sejumlah temuan awal berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah para korban. Di antaranya kondisi pakaian yang basah, adanya luka-luka pada tubuh korban, serta hasil autopsi yang menunjukkan indikasi korban mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.
"Dugaan kuat kami, para korban mengalami penganiayaan ketika masih hidup. Setelah meninggal dunia, barulah jasad mereka dibawa dan dibuang ke sungai. Jadi bukan meninggal karena tenggelam," kata Anam.
Selain itu, Kompolnas juga menemukan adanya anggota kepolisian lain yang mengalami luka-luka akibat penyerangan saat operasi berlangsung.
Meski demikian, Anam menegaskan seluruh temuan tersebut masih bersifat sementara. Kompolnas bersama Kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi secara utuh serta mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Ia memastikan proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh agar fakta-fakta yang terungkap dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments