Kasus DBD di Kobar Capai 83 dalam Sebulan, Dinkes Minta Masyarakat Gencarkan 3M Plus
- Fransisca Fethy Angelina
- 8 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menunjukkan tren peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar mencatat sebanyak 83 kasus DBD terjadi dalam satu bulan terakhir dan tersebar di lima kecamatan.
Berdasarkan data Dinkes Kobar, Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 51 kasus. Selanjutnya Kecamatan Kumai mencatat 15 kasus, Kotawaringin Lama delapan kasus, Pangkalan Banteng tujuh kasus, dan Pangkalan Lada dua kasus. Sementara itu, hingga saat ini Kecamatan Arut Utara belum ditemukan kasus DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Hardino, mengatakan peningkatan kasus tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap penyebaran DBD, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan DBD. Jangan menunggu ada anggota keluarga yang sakit baru melakukan pembersihan lingkungan," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Hardino, fogging bukan menjadi solusi utama dalam pengendalian DBD. Upaya yang paling efektif adalah menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk melalui penerapan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara rutin.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan obat antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menaburkan larvasida bila diperlukan.
Hardino juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi selama dua hingga tiga hari yang disertai nyeri otot, sakit kepala, mual, maupun muncul bintik-bintik merah pada kulit.
Menurutnya, deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat.
Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menekan penyebaran DBD sehingga jumlah kasus tidak terus meningkat maupun berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB). -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments