Kafe di Kumai Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Sebuah kafe di Jalan Pasir Putih, Gang Kelapa Tindan, Desa Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terbakar pada Jumat (3/7/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran dilaporkan warga kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat sekitar pukul 22.20 WIB. Regu III yang sedang bertugas langsung menuju lokasi dan tiba sekitar delapan menit kemudian.
Saat petugas tiba, api telah membesar dan melalap bagian atas bangunan. Tim pemadam segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah kobaran api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Dwi Agus Suhartono, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar 90 menit hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Personel langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Dengan respons sekitar delapan menit, petugas tiba di lokasi dan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikuasai dalam waktu kurang lebih 90 menit. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api disebut pertama kali muncul dari bagian atas bangunan sebelum membesar dan menghanguskan sebagian kafe.
Meski bangunan mengalami kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, nilai pasti kerugian masih dalam proses pendataan.
Dalam penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan satu unit mobil pemadam, satu unit kendaraan operasional Triton, serta satu unit pompa portabel.
Proses pemadaman juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Balakar Kumai, Polsek Kumai, serta Tim Reaksi Cepat Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).
Dwi mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat sehingga kobaran api dapat dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha guna mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting.
"Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala penting dilakukan agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini," katanya. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments