top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

BRI Salurkan 7.500 Masker KN95 dan 1.000 Pack Vitamin ke UPR

BRI menyerahkan bantuan 7.500 masker KN95 dan 1.000 pack vitamin kepada UPR untuk mendukung perlindungan kesehatan di tengah kabut asap karhutla. (Foto: Istimewa)
BRI menyerahkan bantuan 7.500 masker KN95 dan 1.000 pack vitamin kepada UPR untuk mendukung perlindungan kesehatan di tengah kabut asap karhutla. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada Universitas Palangka Raya (UPR) untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dan civitas akademika di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (3/9/2026).


Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR oleh Branch Office Head BRI Palangka Raya, Defri Gunawan, kepada Wakil Rektor UPR Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si., yang mewakili Rektor UPR.


Dalam penyaluran tersebut, BRI memberikan sebanyak 7.500 masker KN95 dan 1.000 pack vitamin. Bantuan diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat maupun relawan dan civitas akademika yang tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.


Defri mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.


“Kalau memang dari BRI ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan. Jadi ini bagian dari tanggung jawab institusi, bagaimana bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.


Menurutnya, bantuan tanggap bencana tersebut menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap upaya penanganan dampak karhutla, khususnya dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.


Mewakili UPR, Jhon Retei mengapresiasi bantuan yang diberikan BRI. Ia menilai masker dan vitamin sangat dibutuhkan mengingat kondisi udara di Palangka Raya yang memburuk akibat kabut asap.


“Walaupun beberapa kegiatan proses belajar mengajar sudah dilakukan secara daring, tapi ada juga kegiatan-kegiatan tetap berjalan, proses baik tendik maupun juga dosen tetap melakukan tugas dan fungsi,” kata Jhon.


Ia menjelaskan, civitas akademika UPR telah memasuki pekan ketiga perkuliahan tahun ajaran 2026. Meski sebagian proses pembelajaran dilakukan secara daring, sejumlah aktivitas di lingkungan kampus tetap berlangsung.


Karena itu, Jhon menilai bantuan tersebut dapat mendukung kebutuhan civitas akademika sekaligus masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap.


“Saya kira tidak ada bantuan yang sia-sia. Jadi kita tetap distribusikan kepada siapa pun nanti, masyarakat Palangka Raya khususnya, karena memang intensitas kebakarannya cukup tinggi dan cukup mengkhawatirkan juga,” ucapnya.


Jhon menegaskan bantuan yang diterima akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Menurutnya, dukungan berupa perlengkapan perlindungan pernapasan dan vitamin menjadi penting selama kondisi kabut asap masih berlangsung.


Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dalam merespons dampak karhutla. BRI berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan civitas akademika UPR selama kondisi kualitas udara belum kembali normal. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page