top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Kotim Sisakan Dua Titik Api Besar, Pemkab Terkendala Air dan Akses

3 hours ago
3 min read
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Pusdalops BPBD Kotim.. (Foto: Diskominfo Kotim)
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Pusdalops BPBD Kotim.. (Foto: Diskominfo Kotim)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi kendala dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Hingga Minggu (18/10/2026), dua titik api berskala cukup besar masih memerlukan penanganan intensif, yakni di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, dan Desa Ganepo, Kecamatan Seranau.


Persoalan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin Bupati Kotim H. Halikinnor di Pusdalops BPBD Kotim. Rapat itu sekaligus membahas persiapan kunjungan kerja Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan ke Kotim yang dijadwalkan pada Senin (19/10/2026).


Rapat turut dihadiri Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.


Halikinnor menjelaskan, ketersediaan air menjadi salah satu hambatan utama saat tim gabungan melakukan pemadaman di lapangan. Sejumlah sumber air di wilayah rawan kebakaran cepat mengering ketika disedot, sehingga petugas harus menunggu hingga air kembali tersedia.


“Misalnya ada airnya, begitu sekali sedot langsung habis, kita harus menunggu dulu. Bahkan kadang-kadang menunggu air pasang baru bisa ada air. Jadi kendala utama kita memang ketersediaan air,” ungkap Halikinnor.


Selain persoalan air, akses darat yang terbatas membuat petugas kesulitan menjangkau titik api yang berada jauh di dalam hutan. Kondisi tersebut dialami di Desa Camba dan Desa Ganepo, terutama Ganepo yang berada di seberang Sungai Mentaya dan belum memiliki jaringan jalan menuju lokasi kebakaran.


“Untuk di daerah seperti di Camba dan Ganepo itu kita kesulitan, apalagi Ganepo berada di seberang Sungai Mentaya. Di sana tidak ada jaringan jalan dan titik air juga tidak ada. Jangkauannya jauh masuk ke dalam hutan, itu yang menjadi kesulitan kita sampai sekarang,” jelasnya.


Menghadapi kendala tersebut, Pemkab Kotim berharap dukungan pemadaman dari udara melalui water bombing, serta hujan yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran dan mempermudah operasi pemadaman di wilayah terisolasi.


Sementara itu, penanganan titik api di kawasan perkotaan dinilai lebih efektif karena didukung akses yang relatif mudah dan koordinasi antarlembaga. Sekitar 38 OPD telah dikerahkan untuk membantu mobilisasi armada pemadam dan memasok air ke lokasi penanganan.


“Kalau di perkotaan cara penanganannya bisa lebih efektif. Mobil pemadam tidak perlu bergerak jauh karena disuplai langsung dari OPD-OPD yang kita kerahkan. Kurang lebih ada 38 OPD yang kita arahkan untuk memobilisasi armada dan membantu pengisian air,” terangnya.


Pasokan air di kawasan kota turut didukung kendaraan operasional, termasuk mobil pikap yang membawa tandon air, sehingga proses penyemprotan dapat berlangsung secara berkelanjutan.


Dari sisi peralatan, Halikinnor menyebut sarana pemadaman darat relatif memadai berkat dukungan pemerintah pusat, Pemprov Kalteng, serta pengadaan oleh pemerintah daerah. Namun, penambahan personel dan perlengkapan tetap dilakukan untuk menangani dua titik api yang masih aktif.


“Secara umum spot titik api sudah tidak banyak lagi, tetapi masih ada dua titik cukup besar di Desa Camba dan Desa Ganepo yang perlu penanganan intensif. Kita maksimalkan dengan menambah jumlah regu pemadam serta sarana prasarana pendukung seperti selang dan pump portable,” tegasnya.


Pemkab Kotim juga memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 30 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan masih rendah. Status tanggap darurat akan dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.


Operasi penanganan karhutla akan terus dipantau dan dievaluasi setiap pekan untuk memastikan upaya pemadaman berjalan efektif dan seluruh titik api dapat ditangani.


Menjelang kunjungan Kapolda Kalteng, Halikinnor berharap koordinasi lintas instansi semakin kuat, terutama dalam mengatasi keterbatasan air dan akses menuju lokasi kebakaran agar penanganan karhutla di Kotim dapat dipercepat.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page