top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Danau Banuas Kotim Bakar 20 Hektare, Bara Api Masih Dipantau

1 day ago
2 min read
Petugas Satgas Tanggap Bencana memantau bara api di kawasan Danau Banuas, Desa Tumbang Sapiri, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa)
Petugas Satgas Tanggap Bencana memantau bara api di kawasan Danau Banuas, Desa Tumbang Sapiri, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Danau Banuas, Desa Tumbang Sapiri, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kebakaran yang diperkirakan melanda sekitar 20 hektare lahan tersebut berhasil dikendalikan, namun sejumlah bara masih ditemukan dan terus dipantau petugas hingga Senin (14/9/2026).


Dalam penanganan kebakaran tersebut, pemilik lahan disebut tidak turut membantu proses pemadaman. Petugas kemudian mendapat dukungan dari personel TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan sejumlah perusahaan di sekitar lokasi.


Koordinator Lapangan Satgas Tanggap Bencana Pos Lapangan Mentaya Hulu, Teguh Adinegoro, mengatakan kondisi api sudah terkendali. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena masih terdapat bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.


“Sudah terkendali mas. Kami tetap kontrol untuk keadaan di lokasi, karena masih ada bara dari kayu yang kami tinggalkan tengah malam tadi,” ujar Teguh, Senin (14/9/2026).


Menurut Teguh, lokasi kebakaran cukup sulit dijangkau karena jauh dari sumber air. Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan hingga tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk mendukung pemadaman.


“Lokasinya jauh dari air, makanya sampai tiga mobil damkar yang digunakan untuk memadamkan,” jelasnya.


Api sempat membesar akibat hembusan angin. Tim kemudian melakukan pemadaman bersama personel TNI dan perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut.


Berdasarkan laporan Satgas, luas areal yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Namun, kondisi medan dan keterbatasan personel membuat petugas baru mampu menjangkau sekitar 10 hektare untuk dilakukan pemadaman secara langsung.


Areal tersebut merupakan kawasan berbukit dan bekas danau yang mengering. Semak belukar berduri yang memenuhi lokasi juga menyulitkan petugas menjangkau seluruh titik api.


Pemadaman berlangsung sejak sekitar pukul 19.00 WIB hingga tengah malam. Sebelumnya, Tim Satgas Pos Lapangan Kecamatan Mentaya Hulu menemukan titik api saat melakukan patroli sekitar pukul 15.30 WIB.


Petugas melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan yang tersedia sebelum kembali ke posko. Sekitar pukul 17.00 WIB, tim menerima informasi dari Kepala Desa Tumbang Sapiri bahwa api kembali membesar.


Tim kemudian kembali menuju lokasi sekitar pukul 17.45 WIB untuk melakukan pengecekan. Setelah itu, petugas berkoordinasi dengan perusahaan terdekat untuk mendapatkan dukungan dalam proses pemadaman.


Sejumlah perusahaan turut membantu, yakni PT KMA Tengah dengan satu unit mobil damkar dan dua personel, PT KMA Selatan dengan satu unit mobil damkar dan 10 personel, serta PT AKPL/SRAE dengan satu unit mobil damkar dan tiga personel.


Pemadaman juga dibantu empat anggota MPA Desa Tumbang Sapiri serta personel Koramil 1015-08 Mentaya Hulu.


Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena masih terdapat bara di dalam material kayu dan semak yang terbakar. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page