Kotim Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla hingga 30 September

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 September 2026. Kebijakan tersebut diambil karena masih ditemukan titik api serta sejumlah lokasi bekas kebakaran yang membutuhkan penanganan dan pendinginan.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan perpanjangan status tersebut diperlukan agar penanganan karhutla dapat terus dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Mulai dari siaga kita tingkatkan menjadi tanggap dan kita perpanjang lagi sampai 30 September selama 15 hari,” ujar Halikinnor, Senin (14/9/2026).
Penanganan karhutla melibatkan Pemkab Kotim, TNI, Polri, perusahaan, serta berbagai unsur terkait lainnya. Dukungan sarana pemadaman juga terus dioptimalkan, termasuk bantuan pemerintah pusat berupa 10 unit tangki.
Berdasarkan laporan terbaru, terdapat 33 titik api di wilayah Kotim, dengan sembilan titik masih belum tertangani. Selain menangani titik api baru, petugas juga melakukan pendinginan di sejumlah lokasi bekas kebakaran yang masih mengeluarkan asap.
Halikinnor mengatakan Pemkab Kotim terus mengevaluasi teknik pemadaman untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni penerapan sistem estafet menggunakan embung portabel untuk menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh dari sumber air.
Keterbatasan air menjadi salah satu kendala dalam penanganan karhutla. Kondisi kemarau menyebabkan sejumlah parit dan sumber air mengering sehingga menyulitkan mobilisasi air menuju lokasi kebakaran.
Keberadaan sumur bor yang dibangun Kodim turut membantu proses penanganan. Namun, pemerintah daerah masih membutuhkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk mesin Alkon, untuk memperkuat upaya pemadaman dan pembasahan.
Pemkab Kotim berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana penanganan karhutla sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan agar pemadaman, pendinginan, dan pencegahan kebakaran baru dapat berjalan lebih efektif selama masa tanggap darurat. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments