Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Waktu Tempuh Warga Sukamara Terpangkas
- Fransisca Fethy Angelina
- 6 hours ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, SUKAMARA – Jembatan Perintis Garuda di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, resmi digunakan setelah diresmikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kamis (27/8/2026).
Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Jihing dan Desa Petarikan. Kehadirannya memangkas jalur perjalanan warga yang sebelumnya harus memutar ketika berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengapresiasi jajaran TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur penghubung menjadi salah satu langkah untuk membuka akses wilayah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Timur, saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi dibangunnya jembatan ini,” tutur Agustiar.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kodam XXII/Tambun Bungai, Korem 102/Panju Panjung dan Kodim 1014/Pangkalan Bun yang telah mendukung pembangunan sejumlah jembatan, termasuk satu jembatan di Sukamara dan dua jembatan di Kotawaringin Timur.
Menurut Agustiar, keberadaan Jembatan Perintis Garuda memberikan dampak langsung terhadap mobilitas warga. Waktu tempuh yang sebelumnya lebih panjang kini dapat dipangkas sekitar satu hingga satu setengah jam.
“Kehadiran jembatan ini dapat menghemat waktu perjalanan sekitar satu hingga satu setengah jam. Ini mempermudah masyarakat menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial,” katanya.
Selain memperpendek waktu perjalanan, jembatan tersebut dinilai memperkuat konektivitas antarwilayah. Akses yang lebih mudah diharapkan dapat mendukung pergerakan masyarakat sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.
Agustiar menilai pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses.
Ia menyebut peran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan. Kehadiran TNI juga diwujudkan melalui kegiatan pembangunan, pembukaan akses wilayah, dukungan ketahanan pangan hingga penanganan bencana.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari bakti TNI Angkatan Darat kepada masyarakat.
“Jembatan ini mampu membuka isolasi wilayah, memangkas jarak, serta mempercepat arus transportasi bagi masyarakat,” kata Zainul.
Menurutnya, pembangunan tersebut terlaksana melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di kawasan yang membutuhkan akses penghubung.
Zainul menyebut jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai telah menyelesaikan pembangunan 104 jembatan di wilayah kerjanya. Pembangunan diprioritaskan pada wilayah yang membutuhkan, termasuk kawasan terpencil dan terluar.
Ia meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat Jembatan Perintis Garuda agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Anggaplah fasilitas ini sebagai milik pribadi yang harus dijaga dan dirawat, sehingga usia pakainya panjang dan dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zainul juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk masyarakat.
Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat terdekat.
“Masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kalau ada kesulitan, sampaikan kepada aparat. Ada cara lain yang bisa dilakukan dan kita dapat bersama-sama mencari solusinya,” katanya.
Bupati Sukamara H. Masduki turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Ia menilai jembatan tersebut menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat karena mendukung mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik.
Masduki berharap masyarakat Desa Jihing dan Desa Petarikan dapat menggunakan serta merawat jembatan tersebut secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Peresmian turut dihadiri Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalimantan Tengah terkait. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments