top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Harga Ikan Nila dan Patin Naik, Khemal Nasery Minta Pemda Jaga Pasokan

5 days ago
2 min read
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta pemerintah daerah mengevaluasi kenaikan harga ikan dan memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional. (Foto: Istimewa).
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta pemerintah daerah mengevaluasi kenaikan harga ikan dan memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional. (Foto: Istimewa).

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kenaikan harga ikan nila dan patin di Pasar Besar Kota Palangka Raya menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengevaluasi penyebab kenaikan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di pasar tradisional.


Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, harga ikan nila naik dari Rp65.000 menjadi Rp68.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan patin meningkat dari Rp36.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.


Khemal mengatakan, kenaikan harga komoditas tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama masyarakat yang menjadikan ikan sebagai salah satu sumber protein sehari-hari.


“Kami meminta instansi terkait segera mengevaluasi penyebab kenaikan harga tersebut, termasuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi ikan di pasar tradisional,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).


Menurutnya, Dinas Perdagangan perlu berkoordinasi dengan Dinas Perikanan untuk menelusuri faktor yang memengaruhi perubahan harga. Evaluasi dapat mencakup ketersediaan stok, jalur distribusi, biaya transportasi, hingga biaya produksi di tingkat pembudidaya.


Ia menilai, pemantauan harga perlu diikuti langkah konkret untuk menjaga pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat koordinasi dengan pembudidaya serta pedagang agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi secara berkelanjutan.


Di sisi lain, upaya menjaga stabilitas harga perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha pelaku perikanan dan perdagangan. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan terjangkau tetap dapat berjalan seiring dengan kepentingan pelaku usaha.


Khemal berharap perangkat daerah terkait segera memetakan persoalan di lapangan dan merumuskan langkah penanganan yang tepat. Pengawasan secara berkala juga diperlukan agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.


“Dengan langkah antisipatif dan pengawasan yang berkelanjutan, stabilitas harga pangan di Palangka Raya diharapkan dapat terjaga, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha perikanan dan perdagangan lokal,” pungkasnya.


-red


Penulis: Angel

Editor: Wiyandri

Comments


bottom of page