Gubernur Kalteng dan Masyarakat Kobar Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 29
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng dan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar Salat Istisqa dan doa bersama, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar batiniah di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kalteng.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut juga berdampak terhadap kesehatan, lingkungan hingga aktivitas perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan berbagai langkah untuk menghadapi dampak musim kemarau.
“Saat ini, beberapa wilayah di Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat, sedang menghadapi tantangan musim kemarau yang cukup panjang akibat fenomena El Niño,” tutur Agustiar.
Menurutnya, penanganan di lapangan dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, TNI-Polri, relawan serta masyarakat. Upaya tersebut meliputi penyiagaan personel, pemadaman titik api melalui jalur darat dan udara hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Di sisi lain, Salat Istisqa menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
“Melalui doa bersama yang tulus dan khusyuk ini, marilah kita mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan untuk membasahi Bumi Marunting Batu Aji dan Bumi Tambun Bungai yang kita cintai bersama,” ungkapnya.
Agustiar juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu karhutla dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan serta menimbulkan dampak yang luas bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air karena ketersediaannya perlu dijaga selama kemarau. Selain itu, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap karhutla.
“Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial dengan membantu saudara-saudara kita yang terdampak langsung oleh kekeringan,” tambah Agustiar.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan kemarau panjang yang terjadi saat ini menjadi keprihatinan bersama. Sejumlah wilayah di Kobar mulai mengalami kekeringan dan terdampak kebakaran hutan dan lahan.
“Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kotawaringin Barat, sedang menghadapi kondisi kemarau yang cukup panjang. Beberapa wilayah telah mengalami kekeringan,” tutur Nurhidayah.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat dengan terjadinya karhutla yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat dan berbagai aktivitas warga.
Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng beserta jajaran atas perhatian dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat Kobar di tengah kemarau panjang.
Salat Istisqa dan doa bersama tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memanjatkan doa sekaligus memperkuat kepedulian serta gotong royong dalam menghadapi kekeringan dan karhutla.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Wakil Bupati Kobar Suyanto, Ketua DPRD Kobar Mulyadin, unsur Forkopimda Kobar, jajaran TNI-Polri, tokoh agama, serta kepala perangkat daerah terkait. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments