top of page
KN.png

Berita Terpopuler

Festival Tari Anak Kalteng 2026 Jadi Ajang Tanamkan Cinta Budaya Sejak Usia Dini

Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, membuka Festival Tari Anak Kalimantan Tengah 2026 dengan pemukulan gong di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya, Palangka Raya. (Foto: MMC Kalteng)
Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, membuka Festival Tari Anak Kalimantan Tengah 2026 dengan pemukulan gong di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya, Palangka Raya. (Foto: MMC Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya, Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026). Mengusung tema "Laras Gerak", kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.


Pembukaan festival dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dimulai sejak dini agar generasi muda memiliki karakter yang kuat sekaligus bangga terhadap identitas daerahnya.


Menurut Aisyah, festival tari tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah.


"Festival Tari Anak Kalimantan Tengah merupakan wujud komitmen bersama dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah sejak usia dini," ujarnya.

Ia menjelaskan tema "Laras Gerak" mengandung makna harmoni dan gerak yang menjadi inti dari seni tari. Setiap gerakan yang ditampilkan tidak hanya menggambarkan keindahan koreografi, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan, penghormatan kepada leluhur, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya Dayak yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.


Aisyah menilai Kalimantan Tengah memiliki beragam tarian tradisional yang sarat makna dan filosofi. Karena itu, festival ini diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal budaya daerah sekaligus mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berekspresi.


Ia juga mengapresiasi peran guru, orang tua, pelatih, serta sanggar seni yang terus mendampingi anak-anak dalam melestarikan seni budaya daerah. Menurutnya, dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budaya lokal.


Di akhir sambutannya, Aisyah mengingatkan para peserta agar menjadikan festival tersebut sebagai pengalaman belajar yang berharga.


"Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah pengalaman, keberanian untuk tampil, kebersamaan yang dibangun, dan keceriaan yang dibagikan," pesannya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno, melalui laporannya menyampaikan Festival Tari Anak Kalimantan Tengah 2026 diikuti sekitar 60 peserta dari 10 sanggar seni dan budaya di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.


Kesepuluh sanggar tersebut yakni Yayasan Usaha Mulia (YUM), Sanggar Seni dan Budaya Tunjung Nyaho, Sanggar Seni dan Budaya Kahanjak Huang, Sanggar Seni dan Budaya Ruai Bajenta, Sanggar Bawi Bahalap, Sanggar Seni dan Budaya Riak Renteng Tingang, Sanggar Seni Betang Batarung, Sanggar Seni dan Budaya Tut Wuri Handayani, Sanggar Seni dan Budaya Kacapi Kolingu Naah, serta Sanggar Seni dan Budaya Darung Tingang.


Menurut Adi, tingginya antusiasme peserta menunjukkan minat generasi muda terhadap seni budaya daerah terus tumbuh ketika diberikan ruang untuk berkarya.


Ia berharap Festival Tari Anak Kalimantan Tengah dapat terus menjadi agenda tahunan sebagai upaya mencetak generasi yang kreatif, berkarakter, sekaligus mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page