FGD Program Huma Betang Sejahtera Digelar, Pemprov Kalteng Matangkan Skema Bantuan Biaya Kuliah
- Fransisca Fethy Angelina
- 11 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan pelaksanaan Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera (HBS) melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (29/6/2026). Forum ini menjadi langkah awal menyusun skema bantuan pendidikan tinggi yang tepat sasaran bagi mahasiswa di Kalimantan Tengah.
FGD dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah Rus'ansyah, jajaran perangkat daerah, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Tengah, serta para narasumber.
Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Rus'ansyah, mengatakan FGD menjadi forum koordinasi untuk menyempurnakan kebijakan bantuan biaya kuliah yang akan dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, sebanyak 78 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 72 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Tengah, serta perwakilan perangkat daerah, seperti Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Biro Hukum, dan unsur Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Melalui forum ini kami ingin menyamakan persepsi sekaligus menyusun mekanisme pelaksanaan program agar bantuan biaya kuliah benar-benar dapat diterima oleh mahasiswa yang berhak," ujarnya.
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan Anang Dirjo, ditegaskan bahwa pendidikan tinggi merupakan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu bersaing di masa depan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah sehingga tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan melanjutkan kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi.
"Program Huma Betang Sejahtera diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus menekan angka mahasiswa yang putus kuliah karena faktor biaya," kata Anang saat membacakan sambutan gubernur.
Selain menjadi wadah penyusunan kebijakan, FGD juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, dan Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Tengah. Ketiga instansi tersebut memberikan masukan terkait aspek regulasi, validasi data penerima, hingga mekanisme pelaksanaan program.
Melalui Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mencetak lebih banyak sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Tengah yang semakin berkah, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments